Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:32 WIB
Gus Dur Saingan Terberat SBY
| Kamis, 28 Agustus 2008 | 15:59 WIB
|
Share:

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Musyawarah Luar Biasa Parung Abdurrahman Wahid memberikan tausyiah di hadapan peserta Dialog Kebangsaan Pemberantasan Korupsi di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (15/6). Dialog itu diikuti tokoh legislatif dan eksekutif dari PKB.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS - Survei-survei yang dilakukan oleh internal PKB menemukan jawaban kenapa KPU dan Depkum HAM memilih meloloskan PKB Muhaimin untuk mengikuti pemilu 2009 dan menolak PKB Gus Dur.

"Tenyata ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk menjegal Gus Dur maju sebagai Capres 2009 mendatang. Sebab Gus Dur merupakan saingan terberat SBY," ungkap Bendahara DPP PKB Aris Junaedi, Kamis (28/8), di Bandara Soekarno-Hatta saat akan mendampingi Gus Dur ke Lampung.

Menurut keterangan Aris Junaedi, kader-kader muda PKB Gus Dur mengadakan survei di Jawa, Bali, Papua, Sumsel, dan Lampung. Sampai saat ini hasil survei tersebut belum diumumkan ke publik. Pekan depan, rencananya hasil survei itu baru akan diumumkan.

Dijelaskan Aris, dalam survei ini juga dilakukan wawancara terhadap berbagai tokoh masyarakat, mulai dari ulama, tokoh-tokoh agama, sampai paranormal. "Semua menyatakan Gus Dur merupakan tokoh saingan terberat SBY bila sampai Gus Dur lolos sebagai capres 2009 mendatang," kata Aris Junaedi.

Untuk mengeliminasi saingan berat dalam pemilu presiden mendatang, SBY kemudian memanfaatkan Muhaimin menjegal Gus Dur. "Indikasinya, jelas, semua di luar akal sehat. Akal sehat susah menerima kenapa Gus Dur ditolak ikut pemilu," ujar Aris.

Menurut Aris Junaidi, Gus Dur memiliki masa pemilih yang luas. Bukan hanya kalangan NU yang tersebar di seluruh nusantara, tapi juga berbagai kalangan dari berbagai latar belakang kultur dan agama.

"Mulai dari polisi, TNI, petani, guru, pedagang, semua ingin kembali Gus Dur memimpin Indonesia. Meski elit politik pada gonjang ganjing, tapi rakyat bisa menikmati kehidupan yang nyaman selama dua tahun Gus Dur menjadi presiden," ujarnya. (Sugiyarto)  

Sumber :
Persda Network