Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:53 WIB
Sebulan Elpiji Naik Tiga Kali
Pingkan E Dundu | Rabu, 27 Agustus 2008 | 22:54 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU - Dalam sebulan, harga elpiji tabung 12 kilogram mengalami kenaikan sebanyak tiga kali. Awal bulan Agustus, harga di tingkat pengecer naik dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 per tabung. Dua pekan lalu, harga bahan bakar itu kembali naik menjadi Rp 75.000 per tabung. Hari ini, Rabu (27/8), harga elpiji naik menjadi Rp 77.000 per tabung.

Kenaikan harga sebanyak tiga kali itu terjadi di tingkat pengecer di Kelurahan Gagak dan Paninggilan Utara, Ciledug, Kota Tangerang.  "Hari ini naik lagi jadi Rp 77.000," kata Alian, salah seorang pengecer di Kelurahan Gagak.

Kenaikan harga elpiji yang terus terjadi ini membuat para pengecer bigung. "Kami serba salah mau menjual gas elipiji kepada pembeli. Masak dalam satu bulan harga elpiji beberapa kali naik. Kami terpaksa harus menaikkan harga, karena di tingkat agen saja harga naik terus," kata Herman, pemilik warung Sehati di Paninggilan Utara.

Menurut pengecer, kenaikan harga elpiji tabung isi 12 kg ini terjadi karena suplai gas dari PT Pertamina tersendat.

 

Konversi tetap jalan

Meski program konversi minyak tanah ke elpiji di sejumlah tempat dikhawatirkan bakal terancam gagal, namun konversi untuk usaha kecil dan menengah berjalan lancar. Menurut Small Medium Enterprise Relation Manager PT Indofood Divisi Bogasari Uluan DP Manurung, kerjasama konversi minyak tanah ke elpiji untuk usaha kecil dan menengah antara PT Pertamina dengan PT Indofood Divisi Bogasari hingga kini masih tetap berjalan.

"Konversi ke UKM masih tetap berjalan. Tidak ada kendala sama sekali. Penyaluran tepat waktu sesuai target Pertamina," kata Uluan.

Uluan mengatakan, hingga Rabu sebanyak 10.625 dari 29.150 paket kompor sudah disalurkan kepada UKM binaan Bogasari. Paket itu terdiri dari kompor gas, regulator, slang, dan tabung ukuran 3 kilogram. Dari jumlah tersebut di antaranya 4.468 paket telah disalurkan ke UKM di Jakarta, 899 paket di Tangerang dan Bekasi, dan 783 paket di Depok dan Bogor. Sisanya 4.475 paket telah disalurkan antara lain kepada UKM di Serang, Karawang, Bandung, dan Solo.

"Minggu ini kami akan melakukan konversi elpiji ke Yogyakarta. Sampai akhir tahun ini kami mengfokuskan konversi ke daerah Jawa. Tahun depan, kita akan melakukan konversi untuk UKM di luar Jawa," jelas Uluan.

Uluan mengatakan, tabung 3 kg sangat bermanfaat bagi para UKM. Dari hasil survei yang mereka lakukan kepada pedagang binaan mereka seperti pedagang mi ayam yang tergabung dalam Paguyuban Mi Ayam Tunggal Rasa, penggunaan elpiji mengakibatkan terjadinya penghematan bahan bakar sampai 70 persen. Penghematan itu terjadi, kata Uluan, dengan asumsi perhitungan ketika harga minyak tanah Rp 7.000 per liter dan elpiji Rp 14.000 per tabung 3 kg.