Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:50 WIB
Pengamanan Bali Diperketat
M Suprihadi | Rabu, 27 Agustus 2008 | 15:58 WIB
|
Share:

KOMPAS/FRANS SARONG
Mantan Kapolda Bali, Komjen I Made Mangku Pastika (pertama dari kiri), yang kini Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Polri, Kamis, 9 Agustus 2007 mendaftarkan diri menjadi calon gubernur Bali periode 2008-2013, melalui PDI-P Bali. Di Sekretariat PDI-P Bali di Jalan Banteng Denpasar, ia bersama timnya diterima antara lain oleh Ketua DPD PDI-P Bali, AA Ngurah Tjokorda Ratmadi (membelakangi lensa) dan sekretarisnya, Nyoman Partha.

TERKAIT:

DENPASAR, RABU- Meski belum mendapat informasi mengenai unjuk rasa maupun gangguan keamanan lain, berkait dengan rencana pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Made Mangku Pastika-AAN Puspayoga, polisi kini mulai memperketat pengamanan Bali.

Di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, misalnya, polisi melakukan pemeriksaan ketat baik atas barang maupun orang yang keluar masuk Pulau Dewata. Khusus untuk orang yang baru saja tiba di Pelabuhan Gilimanuk setelah sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, petugas gabungan juga memeriksa identitas orang per orang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar AS Reniban Rabu (27/8), menyatakan, pemeriksaan identitas selain dimaksudkan untuk peningkatan keamanan, juga sebagai upaya menekan jumlah penduduk liar masuk ke Bali.

Dikatakan, bila seorang pendatang diketahui tanpa identitas yang jelas masuk ke Pulau Dewata, oleh petugas akan diperintahkan untuk kembali lagi dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang.

Selain Pelabuhan Gilimanuk, setiap pintu keluar masuk Bali kini juga mendapat penjagaan yang cukup ketat, antara lain Bandara Ngurah Rai di Tuban, serta Pelabuhan Padang Bai di Kabupaten Karangasem, serta Pelabuhan Benoa di Denpasar.

Selain berkait dengan pelantikan gubernur, peningkatan pengamanan ini juga berkait dengan rencana pelaksanaan eksekusi mati terhadap tiga terpidana mati perkara peledakan bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron. 

Seperti diketahui, Gubernur terpilih yang akan dilantik besok adalah mantan Kepala Polda Bali yang menangani penangkapan hingga seluruh proses hukum kasus bom Bali itu.

Sumber :
Ant