MAGELANG, SELASA - Sebagai bekal untuk maju dalam ajang pemilihan presiden (pilpres) 2009, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku saat ini sudah mendapatkan dukungan dari 10 hingga 11 partai politik (parpol) kecil. Diantaranya, satu bentuk bentuk dukungan formal sudah diperolehnya dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS).
"Melalui rapimnas (rapat pimpinan nasional), PIS sudah memutuskan untuk mendukung saya sebagai capres (calon presiden), " ujarnya, saat ditemui usai dialog interaktif bertema Menggugah Nasionalisme dan Nilai Budaya Bangsa di Gedung Wanita Kota Magelang, Selasa (26/ 8).
Sutiyoso mengataka , semua parpol pendukungnya merupakan parpol kecil dan baru berdiri. Kendati demikian, dia optimis kehadirannya sebagai sosok capres justru akan membesarkan nama parpol-parpol tersebut.
Di satu sisi, dia pun mengakui bahwa kendaraan politik yang dapat dipakai untuk maju sebagai capres, hanyalah parpol-parpol kecil. Sebab, sejauh ini, parpol-parpol besar sudah menjagokan masing-masing pemimpinnya sendiri.
"Namun, dukungan yang saya peroleh sekarang, dari mana pun itu, semakin menambah rasa optimis dan percaya diri saya untuk maju sebagai capres, " ujarnya.
Sejauh ini, Sutiyoso belum memikirkan tentang sosok calon wakil presiden (cawapres). Walaupun sempat berkeinginan agar figur pendampingnya ini berasal dari ekonom, menurut dia, pilihan itu masih bisa berubah.
"Saya akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi politik. Jika nantinya ada parpol yang sudah menyiapkan diri sebagai kendaraan politik dengan sosok cawapres tertentu, mungkin saya pun akan mengikuti keinginan mereka," paparnya.
Jika terpilih, Sutiyoso mengatakan, dirinya akan mengisi kabinet dengan dengan kader-kader muda. Dengan langkah ini, sekaligus dia ingin melakukan kaderisasi.
Harus pernah memimpin
Dalam acara dialog, Sutiyoso menerangkan, dalam lingkup apa pun, pemimpin yang terpercaya adalah seorang yang berpengalaman memimpin. Konsep inilah yang menurutnya harus tertanam di benak banyak orang saat ingin memilih presiden.
"Dengan begitu, menurut pendapat saya, seorang presiden semestinya dipilih dari figur gubernur yang paling sukses," ujarnya. Menurut dia, sosok seorang gubernur adalah figur yang dapat dipercaya karena dia telah berpengalaman memimpin dalam lingkup yang lebih kecil.
Sutiyoso mengatakan, watak kepemimpinan tidak bisa muncul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, dia pun mengecam beberapa tokoh yang sudah muncul menkampanyekan dirinya dalam bentuk iklan televisi.
"Bagaimana mungkin mereka mau menjadi presiden ? Saya tahu persis bahwa ada seseorang diantaranya yang bahkan belum pernah menjadi ketua RT, " ujarnya.

