Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 03:35 WIB
Pemilu 2009, PKS Ambil Posisi "Zero"
Maya Saputri | Selasa, 26 Agustus 2008 | 15:54 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada pemilu 2004 berkoalisi dengan Partai Demokrat, tetapi pemilu 2009 akan mengambil posisi zero (nol) dengan arti netral karena belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai mana.

Demikian diungkap Presiden PKS Tifatul Sembiring sebelum dialog kebangsaan sesi kedua "Spirit Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan" di Jakarta, Selasa (26/8).

Terkait kemungkinan koalisi dengan PDI-P, Tifatul menjelaskan keputusan penetapan capres ada di tangan Majelis Syuro. "Yang penting kita bisa penuhi dulu 20 persen wakil di parlemen, lalu setelah itu baru bisa tentukan koalisi dengan siapa," katanya.

Mengenai koalisi dengan Partai Demokrat yang telah terjalin di pemilu sebelumnya, ia mengatakan akan dikaji kembali. "Ya kalau 20 persen kita tak mencukupi akan koalisi, saat ini sedang berkomunikasi dengan partai lain untuk menyamakan visi dan mengurangi kesalahpahaman. Tapi kalau kita mampu raih 20 persen ya kita ajukan calon sendiri," jelas Tifatul.

Sedangkan menurut Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, koalisi akan dirumuskan oleh Majelis Syuro dan akan diperbincangkan setelah pemilu 2009. "Majelis Syuro itu ada 99 orang, jadi saya tidak bisa tebak isi kepala mereka, saya hanya ketua," tutur Hilmi.

Menanggapi hasil survei tentang koalisi ideal PDIP dengan PKS, Hilmi menjelaskan idealnya dengan seluruh komponen bangsa, lintas partai, lintas ormas bersatu. "Kalau sekarang kita bicara koalisi dukung mendukung itu kan peta buta. Posisi koalisi pemilu 2004 itu sudah mengalami dinamisasi, terjadi repositioning, cuma belum legitimate, maka legitimasinya melalui pemilu 2009," jelas Hilmi.