Pertemuan itu dipimpin Panda Nababan. Demikian diakui Agus Condro Prayitno, anggota Komisi IX DPR dari F-PDIP, Senin (25/8) di Jakarta. Agus mengaku hadir juga dalam pertemuan itu.
Agus adalah orang yang pertama kali mengakui kepada Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa dia menerima uang Rp 500 juta setelah Miranda terpilih. Dana itu dibagikan rekan sefraksinya, Dudhie Makmun Murod.
Seingat Agus, pertemuan dengan Miranda diberitahukan Willem M Tutuarima, juga anggota Komisi IX. Ia berangkat bersama Willem dan Rusman Lumbantoruan. Di Hotel Dharmawangsa sekitar pukul 15.00, ia bertemu Emir Moeis, Ketua Komisi IX DPR. Miranda datang terlambat, sekitar pukul 15.30.
Menurut Agus, kalau Miranda di media massa mengatakan tidak mengenal dirinya, itu benar karena ia baru sekali bertemu Miranda.
Dalam pertemuan itu, ia tidak berbicara, hanya mendengarkan Panda dan Miranda. ”Omongan Panda intinya begini. ’Ini Mir, teman-teman siap milih kamu. Sudahlah tenang saja. Sekarang tinggal kamunya bagaimana’. Miranda lalu katakan, ’Terima kasih kalau teman-teman PDI-P masih percaya sama saya’,” tutur Agus.
Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri menegaskan, pernyataan Agus Condro itu bersifat pribadi, bukan dari PDI-P. KPK juga diminta berhati-hati dalam bertindak.
Berbicara seusai meresmikan Rumah Perempuan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI-P, Senin, Megawati menegaskan, sebagai kader partai, masalah yang akan disampaikan kepada publik harus dibicarakan dengan partai terlebih dahulu. Namun, Agus tak melalui mekanisme partai.
Tidak berbuat
Terkait pernyataan Agus itu, Miranda yang dihubungi secara terpisah menjawab, ”Saya tidak perlu menjelaskan apa-apa soal semua tuduhan yang diarahkan kepada saya. Saya tidak berbuat seperti yang dituduhkan itu.”
Miranda menilai, biarlah Agus yang membuktikan tuduhannya, apalagi ia tak mengenal Agus. (SUT/HAR/NWO/NIT/MON)

