JAKARTA, MINGGU--Menjelang puasa, akhir pekan ini warga Jakarta sudah terlihat memadati pemakaman untuk melakukan ziarah kubur. Selain untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal, ziarah juga menjadi acara kumpul bersama keluarga besar.
Seperti yang tampak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Jl. Budi Dharma Semper, Semper Timur, Jakarta Utara. Seusai berziarah dan membaca doa, warga melepas lelah dengan duduk-duduk di tengah atau pinggir areal pemakaman. Bahkan, ada peziarah yang menyempatkan diri untuk berfoto bersama sambil jajan makan atau minuman. Salah seorang peziarah Hendra datang bersama rombongan keluarga besarnya untuk mengunjungi makam mertuanya.
"Kami datang kesini bareng-bareng 4 keluarga, menggunakan 3 mobil. Selain dengan istri dan anak-anak saya, juga dengan keluarga saudara ipar dan keponakan-keponakan," kata Hendra, di Jakarta, Minggu (24/8). Hendra mengaku rutin melakukan ziarah ke makam menjelang puasa dan saat Lebaran. Sedangkan di hari biasa, minimal sebulan sekali
Hendra menyempatkan diri untuk menengok makam. Tujuannya, selain untuk mendoakan keluarga juga untuk mengurus biaya retribusi atas pemakaian makam kepada kantor pelayanan TPU Semper. Setiap 3 tahun sekali, Hendra harus memperbarui kontrak dan membayar Rp50.000. Selain itu, secara khusus Hendra membayar biaya kebersihan makam kepada pembersih makam setempat. Biayanya beragam, berkisar Rp 30.000-Rp 50.000 per bulan.
"Tergantung rejeki saja. Kalau ada lebih, kami kasih banyak," kata Hendra. Hakikat ziarah, menurut Hendra, untuk mengingatkan bahwa suatu saat orang akan mati. Karena itu, Hendra mengajak anak-anaknya turut serta untuk berziarah. Selain untuk mengenalkan antara hidup dan mati pada anak-anak, juga mengajarkan kebiasaan ziarah pada usia dini.
