MILAN, MINGGU - Jose Mourinho tampaknya tak lelah adu mulut. Setelah perang kata-kata dengan pelatih Juventus, Claudio Ranieri, dan pelatih Chelsea, Luiz Felipe Scolari, kini dia memicu perang dengan pelatih AS Roma, Luciano Spalletti. Mourinho mengatakan, kekuatan Roma kini sudah lebih lemah dari musim sebelumnya.
Ucapan itu dia katakan menjelang pertarungan Inter lawan Roma di Piala Super Italia, Minggu (24/8) malam. Dia menilai, "Roma tidak sekuat dulu, tanpa Amantino Mancini."
Mancini kini memang sudah menjadi pemain Inter. Mourinho berharap, timnya akan mampu mengalahkan Roma. Itu akan menjadi partai pembalasan, setelah tahun lalu Roma yang tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan Inter.
"Dalam sepakbola, Anda membangun hidup dengan gelar. Selain itu, kita seperti berada di rumah bermain dengan anak-anak kita. Jangan lupakan bahwa Inter memenangkan gelar scudetto, meski Roma lebih kuat di Coppa Italia. Saya sudah katakan kepada para pemain hari ini bahwa tanpa Mancini, Roma tidak sekuat dulu," ujarnya.
Mancini menjadi pemain terakhir yang meninggalkan Roma, setelah Cristian Chivu dan Olivier Dacourt. Mancini akan menjadi perhatian utama, karena melawan mantan rekan-rekannya. Namun, Francesco Totti juga akan menjadi perhatian utama, setelah dia sembuh dari cedera.
"Totti merupakan pemain fantastis. Namun, jika dia bermain dari awal tak akan banyak memberi perubahan besar. Roma telah bekerja dengan skuad dasar yang sama dalam beberapa tahun dan ini bukan tragedi bagi mereka saat kehilangan pemain. Apalagi, mereka telah membuktikan tetap mampu berkompetisi dan musim lalu nyaris meraih scudetto," jelas Mourinho.
Inter agak diganggu dengan masalah cedera pemain. Namun, Inter tetap merasa optimistis dengan skuad yang ada. Apalagi, Zlatan Ibrahimovic akan bisa tampil.
"Jika Ibrahimovic masuk dalam skuad, berarti dia memang sehat. Sebanyak 20 pemain yang saya siapkan untuk pertandingan ini mungkin terbaik di dunia dan akan tampil sempurna lawan Roma," katanya percaya diri.
"Saya lebih suka menghadapi banyak pertandingan daripada banyak berlatih. Menghadapi banyak pertandingan resmi daripada persahabatan dengan hadiah besar akan sangat berarti. Itulah esensi kerja kami," jelas Mourinho.
"Piala Super Italia memang bukan final Liga Champions. Tapi, ini pertandingan besar. Saya sudah pernah memenangkan trofi seperti ini di Portugal dan Inggis. Maka, saya juga ingin memenangkannya di Italia," tambahnya. (CH4)
