JAKARTA,SABTU - Puluhan petugas Satpol PP dan Polda Metro Jakarta Pusat berjaga-jaga di depan lahan kosong di samping gedung kampus Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) di kawasan Jalan Diponegoro, Sabtu (23/8). Menurut salah satu komandan Satpol yang enggan disebutkan namanya, mereka sedang menjaga proses pemagaran lahan kosong yang terletak di antara Gedung YAI dan gedung mili PGI yang menghadap ke RS Carolus.
Namun, petugas tersebut juga tidak mau berkomentar banyak soal indikasi yang mungkin muncul sehingga sekitar 200 petugas Satpol PP dan puluhan polisi harus diturunkan. "Tanya saja sama yang di sono," ujar sang komandan sambil menunjuk Gedung YAI. Sementara itu, seorang penjual rokok dan minuman ringan yang bernama Munir mengatakan tanah yang dipagar tersebut adalah tanah sengketa antara YAI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Di pengadilan bahkan sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung, YAI telah memenangkan perkara dan berhak atas kepemilikan tanah tersebut. Namun, pihak GMKI tidak menerimanya. Menurut Munir pula, sebenarnya setiap anak GMKI yang tinggal di lahan tersebut sudah diberikan ganti rugi Rp 500 juta per orang, namun tidak kunjung pergi. "Mungkin takut ada perlawanan kali makanya diamankan," ujar Munir ketika ditanyakan alasan begitu banyaknya aparat yang berjaga-jaga sementara beberapa kuli tampak mendirikan tembok beton. (LIN)
