Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:37 WIB
Satu Korban Ryan Masih Teka-teki
| Jumat, 22 Agustus 2008 | 08:03 WIB
|
Share:

SURYA/SUGIHARTO
Petugas forensik dari Polda Jatim mengangkat jenazah yang baru ditemukan usai penggalian di TKP V, di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembeleng, Jombang, Jawa Timur, Senin (28/7). Jenazah tersebut diduga korban pembunuhan berantai dengan tersangka Ryan.

TERKAIT:

SURABAYA, JUMAT — Penyidik di Satuan Pidana Umum (Satpidum) Ditreskrim Polda Jatim bersedia melakukan uji DNA (tes tentang asal-usul secara genetika) terhadap keluarga Asrori jika diperlukan.

Kesediaan itu untuk menjawab keraguan sejumlah pihak terkait pengakuan terbaru Very Idam Henyansah alias Ryan (30) bahwa mayat Mr X yang dia bunuh dan dikuburkan di belakang rumah orangtuanya di Jombang adalah Asrori.

Padahal, sampai saat ini proses hukum telah memastikan bahwa mayat Asrori ditemukan di kebun tebu di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Bukan di belakang rumah Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Bahkan, Mei lalu, hakim telah memvonis dua orang sebagai pelaku pembunuhan Asrori di kebun tebu itu, yakni Imam Hambali alias Kemat (26) dihukum 17 tahun penjara dan Devid Eko Priyanto (17) diganjar 12 tahun. Seorang lagi tersangka pelaku, yakni Maman Sugianto atau Sugik, masih menjalani proses hukum.

Menyusul pengakuan terbaru Ryan tentang identitas Mr X itu, keluarga terpidana Kemat meminta agar polisi melakukan uji DNA terhadap keluarga Asrori guna dicocokkan dengan DNA Mr X.

Keluarga Kemat yakin bahwa Kemat bukanlah pembunuh Asrori, dan mayat yang ditemukan di kebun tebu tersebut bukanlah Asrori.

“Lebih baik kita menghukum seribu orang yang memang bersalah daripada memenjarakan 1 orang yang tidak bersalah. Bagi saya, tidak masalah kasus pembunuhan Asrori dibuka untuk membuktikan apakah identitas Mr X korban Ryan itu adalah Asrori atau bukan,” ujar Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Susanto, Kamis (21/8), saat ditanya kemungkinan polisi melakukan uji DNA keluarga Asrori, yang di kalangan gay dan waria Jombang dipanggil Aldo.

Kendati demikian, lanjut Susanto, dalam waktu dekat pihaknya belum akan melakukan uji DNA Mr X dengan pembanding DNA dari keluarga Asrori. Alasannya, dari sejumlah sampel darah pembanding yang diuji di Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) Polri di Jakarta, ada satu sampel darah yang hampir identik dengan DNA Mr X, yaitu sampel yang berasal dari keluarga M Affandi.

Affandi (pemuda asal Desa Mojokrapak, Tembelang, Jombang) dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Oktober 2007. “Namun, untuk menguatkan, Puslabfor meminta dua sampel pembanding lagi dari keluarga Affandi setelah memeriksa satu pembanding yang dulu pernah kita kirim,” ujar Susanto, perwira dengan dua melati di pundak, yang masih membujang ini.

Sampel darah yang jadi pembanding tambahan itu diambil dari Muh Achlis dan M Yusuf Azizy, kakak dan adik Affandi. Sebelumnya, polisi telah memeriksa contoh darah Luqman Khakim, kakak Affandi.

Selain sampel darah, keluarga ini juga menyerahkan 1 kaus lengan panjang warna biru, 1 sapu tangan merah, serta 1 kaus lengan pendek merek Multy Sport milik Affandi.

Untuk memastikan identitas Mr X itu pula, selain memeriksa sampel darah keluarga Affandi, penyidik Satpidum Polda Jatim juga telah mengirim sampel darah Suyati, ibu kandung Fauzin Suyanto, pemuda Nganjuk yang juga dilaporkan hilang.

Yang juga diperiksa di Puslabfor adalah sampel darah keluarga Tulus Purwoto (28), warga Nganjuk, yang dilaporkan hilang. Saat ditanya apakah sudah ada hasil pemeriksaan forensik tentang waktu kematian Mr X, Susanto menjawab, ”Mereka belum mengeluarkan hasil forensik tentang waktu kematian Mr X.”

Terkait misteri Mr X itu, pengacara Kemat, Choirul Anam, mengatakan, sebaiknya polisi melakukan penyidikan ulang kasus pembunuhan Asrori. “Demi kepastian hukum, kalau perlu dilakukan penyidikan ulang, termasuk uji DNA terhadap keluarga Asrori,” kata Choirul, Kamis (21/8).

Kakak Asrori, Agung, mengatakan, awal Agustus lalu dirinya diminta datang ke markas Polda Jatim di Surabaya untuk dimintai keterangan terkait ciri-ciri Asrori. Diduga, pemanggilan itu terkait pengakuan Ryan bahwa Mr X adalah Asrori.
Namun, Agung (38) mengatakan, dirinya masih yakin bahwa mayat yang ditemukan di kebun tebu adalah Asrori, adiknya, bukan Mr X yang dikubur di pekarangan rumah Ryan. “Saya masih mengenal ciri-ciri fisiknya meski sebagian jasadnya sulit dikenali saat ditemukan di kebun tebu itu,” kata Agung. (st8/tja)

Sumber :
Surya