Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 07:22 WIB
Rusia Hentikan Kerjasama Militer dengan NATO
Abdi Susanto | Jumat, 22 Agustus 2008 | 05:24 WIB
|
Share:

BRUSSELS, KAMIS - Rusia memberitahu NATO Kamis bahwa negara itu akan menghentikan kerjasama militernya dengan aliansi tersebut, seorang jurubicara aliansi mengatakan.
   
"Kami telah menerima pemberitahuan dari Rusia melalui saluran militer dan mereka mengatakan bahwa mereka telah memutuskan untuk menghentikan sejumlah event kerjasama militer internasional antara Rusia dan negara NATO hingga instruksi lebih lanjut," jurubicara Carmen Romero mengatakan dari markasbesar NATO di Brussels.

"Kami memperhatikan keputusan Rusia itu," ia menambahkan. AS mengatakan "patut disayangkan" bahwa Rusia telah menghentikan kerjasama militer dengan NATO. Jurubicara NATO itu menyatakan bahwa Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer telah mengatakan bahwa aliansi "tidak dapat berurusan seperti biasa dengan Rusia" sepanjang Moskow mempertahankan tentaranya di Georgia.

Scheffer mengatakan pada wartawan setelah pertemuan menteri luar negeri NATO Kamis bahwa pertemuan Dewan NATO-Rusia akan ditunda hingga Rusia menaati ketentuan perjanjian gencatan senjata yang telah disetujui dengan Georgia yang minta kedua belah pihak untuk memundurkan tentara ke posisi mereka sebelum Georgia melancarkan serangan di wilayah separatis Ossetia Selatan.

"Kami tidak dapat terus berususan sebagaimana biasa...sepanjang Rusia tidak menjalankan prinsip yang kita sepakati bagi dasar hubungan kita," katanya kemudian. Angkatan laut Rusia telah mengumumkan mereka sudah membatalkan pastisipasinya dalam manuver angkatan laut yang direncanakan di Laut Baltik sebagai bagian dari kemitraannya dengan NATO, dan mengatakan mereka sekarang ini "dianggap tidak mungkin" untuk menjadi tuanrumah pergat Ford Angkatan Laut AS.
   
Georgia pada 8 Agustus melancarkan serangan militer terhadap  Ossetia Selatan yang memisahkan diri dari Georgia yang pro-Rusia, yang secara sepihak telah menyatakan kemerdekaannya setelah jatuhnya Uni Soviet -- dalam rangka untuk memperoleh kembali kekuasaan.
   
Operasi Georgia itu gagal setelah Moskow campurtangan, mengirim tentara, tank dan pesawat perang ke Ossetia Selatan unrtuk membela warga Rusia di republik yang memisahkan diri itu.

Sumber :
Antara