Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 09:20 WIB
Unsur Pop Warnai Penyambutan Mahasiswa Baru di Bandung
Yulvianus Harjono | Kamis, 21 Agustus 2008 | 19:25 WIB
|
Share:

 

 BANDUNG, KAMIS - Kegiatan penerimaan mahasiswa baru yang berbau perpeloncoan ditiadakan di kampus. Masa orientasi mahasiswa baru lebih diarahkan pada pengenalan kultur akademik, lingkungan kampus, dan hal lainnya yang mendidik. Beberapa kampus memodifikasinya dengan unsur populer agar kegiatan berjalan lebih menyenangkan.

Di Universitas Pendidikan Indonesia misalnya, menurut Wakil Raktor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Prof. Chaedar Alwasilah, Kamis (21/8) kegiatan orientasi mahasiswa baru di UPI diupayakan lebih ke hal yang bersifat akademis. Misalnya mengenalkan kurikulum di UPI, fasilitas kampus, dan bagaimana berperilaku yang ideal sebagai mahasiswa.

"Dilarang ada perpeloncoan. Apalagi, ini kan perguruan tinggi keguruan. Harus bisa lebih mendidik," tuturnya. Menurutnya, pihaknya tidak akan segan memberi sanksi tegas jika di kemudian hari ditemukan k asus perpeloncoan. Namun, ia mengakui, upaya pengawasan kegiatan orientasi mahasiswa baru ini tidaklah mudah. Mengingat, jumlah mahasiswa baru di UPI hampir 7.000 orang. Tiap-tiap kampus-kampus daerah pun diberi kesempatan mengadakan kegiatan ini sendiri.

Sehingga, mau tidak mau, universitas memberi kepercayaan kepada mahasiswa lama untuk membantu mengorganisasi kegiatan ini. Di UPI, masa orientasi mahasiswa baru diberi nama unik Mimosa (Masa Inisiasi, Motivasi dan Kebersamaan) UPI. K ata-kata orientasi sengaja ditiadakan untuk menghilangkan kesan negatif. Kegiatan yang akan dilaksanakan 25-28 Agustus ini diselenggarakan Republik Mahasiswa (Badan Eksekutif Mahasiswa) UPI. Sebetulnya, ini gawe (pekerjaan) bareng. Kami mengjinkan selama itu tidak ada perpeloncoan, tuturnya.

Warna lingkungan hidup

Di kampus lainnya, agar lebih berkesan, kegiatan penyambutan mahasiswa baru ini dibungkus dalam konsep yang tematik atau populer. Ini salah satunya dilakukan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadj aran Bandung. Kegiatan bernama Metamorfikom (Masa Eksplorasi dan Transisi Mahasiswa Baru dalam Orientasi Fikom) ini di tahun 2008 mengambil tema Green Product (lingkungan hidup).

Kegiatan diisi dengan acara membuat baju pakai koran, menghias tong sampah bareng hingga menanam pohon bareng. "Mahasiswa diwajibkan pula membawa barang-barang yang hanya bisa didaur ulang, ramah lingkungan," tutur Tami Mauliana, Ketua Panitia Metamofikom. Menurut Tami, kegiatan ini jauh dari unsur perpeloncoan.

"Lebih intelektual saja. Sesuai taraf mahasiswa. Mereka ini kan tidak perlu lagi dibentak-bentak, meski tetap perlu menanamkan nilai kedisiplinan," tuturnya. Menurut Koordinator Humas Unpad Weny Widyowati, mahasiswa tetap diberi ruang yang besar untuk menyelenggarakan k egiatan penyambutan mahasiswa baru. Tiap-tiap fakultas itu bahkan mempunyai konsep dan model kegiatan sendiri. Asalkan, tidak ada perpeloncoan.

Tema lingkungan hidup ini juga digunakan Universitas Kristen Maranatha dalam kegiatan penyambutan mahasiswa bar u. Di dalam kegiatan yang bernama resmi Welcome To Maranatha (W2M) ini, sebanyak 2.600 mahasiswa baru mengikuti berbagai kegiatan yang berwanakan lingkungan hidup. Upaya menanamkan kesadaran lingkungan hidup, khususnya pemanasan global, disipkan dalam sejumlah kegiatan misalnya outbound dan menanam 1.000 pohon.