Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 07:14 WIB
Ribuan Pengguna Jarum Suntik Belum Tersentuh
Cornelius Helmy Herlambang | Rabu, 20 Agustus 2008 | 20:58 WIB
|
Share:

TPG IMAGES

BANDUNG, RABU - Sekitar 490.000 pecandu narkotika lewat jarum suntik belum tersentuh pemantauan pemerintah. Padahal, 50 persen diantaranya diduga kuat menderita HIV dan Hepatitis C. Hal ini menunjukkan minimnya perhatian pemerintah mendata dan mendampingi pecandu menggunakan jarum suntik.

Menurut Al Bachri Husein, Ketua Indonesian Society of Addiction Medicine, Rabu (20/8) di Bandung, hingga tahun 2007, terdata sebanyak 3,5 juta pecandu narkotika dan obat terlarang di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 500.000 orang adalah pengguna jarum suntik. Usianya beragam, dengan persentase 15 25 tahun sebanyak 70 persen, kurang dari 15 5 persen, dan lebih dari 25 tahun sebanyak 25 persen.

"Akan tetapi, dari 500.000 orang, baru sekitar 10.000 orang yang tertangani atau terdeteksi keberadaannya. Hal itu dikatakan Al Bachri memprihatinkan. Resiko kematian atau penularan lebih luas sangat mungkin Oleh karena ia meminta perhatian pemerintah ditingkatkan. Tidak hanya pencarian penderita tapi juga penangananan psikologi penderita yang sudah dinyatakan positif HIV atau hepatitis.