Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:44 WIB
Dua Anak Jalanan Cuma Bayar Rp 100.000 di UI
Caroline Damanik | Rabu, 20 Agustus 2008 | 15:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU — Ais Rohim dan M Ayatulloh Komeni, dua anak jalanan yang diterima di Universitas Indonesia—jurusan Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia—tahun ini hanya akan membayar biaya operasional pendidikan (BOP) atau yang biasa dikenal dengan SPP sebesar Rp 100.000 per semester dan uang pangkal Rp 200.000.

Namun, informasi yang diterima Kompas.com melalui Humas Universitas Indonesia ini juga menyebutkan ada kemungkinan BOP di semester setelahnya akan bertambah tergantung evaluasi yang dilakukan.

Direktur Kemahasiswaan UI Kamarudin mengatakan, jumlah BOP kepada dua anak jalanan ini membuktikan bahwa kesempatan untuk berkuliah di UI terbuka lebar terhadap semua kalangan, termasuk mereka yang tergolong kalangan tidak mampu.

"Saya kaget sebenarnya, senang sekali ketika tahu ada dua anak jalanan yang diterima. Dari kami sebenarnya ingin adik-adik yang tidak mampu tidak takut memilih UI. Kami minta kejujuran saja tentang kondisi mereka. UI pasti berkomitmen bantu," ujar Kamarudin di Kampus UI Depok, Rabu (20/8).

Memang, selain Ais dan Ayat, ada sekitar 13 mahasiswa baru dari 12 fakultas di UI yang membayar BOP sebesar Rp 100.000 dan lebih dari 100 orang yang membayar BOP di bawah Rp 500.000.

Ketika keduanya dinyatakan lulus pada pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 1 Agustus lalu, salah satu kakak pembina mereka di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Terminal Depok, yang juga Ketua BEM FE UI, Al Khausar menghubungi Kamarudin agar menolong kedua anak ini memperoleh beasiswa kuliah dan tunjangan hidup.

Kamarudin mengatakan, UI siap membantu melalui pengurangan BOP dan uang pangkal. Namun, untuk memperoleh tunjangan hidup UI akan membantu menyediakan berkas-berkas yang berkaitan dengan persyaratan untuk memperoleh beasiswa. "Al Khausar minta UI merekomendasikan ke beasiswa ETOS supaya anak-anak ini diterima. ETOS biasa memberi beasiswa untuk anak-anak UI," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tetap Penerimaan Mahasiswa Baru UI Herr Soeryantono mengatakan, tidak ada masalah dengan penerimaan Ayat dan Ais menjadi mahasiswa UI meski mereka hanya mengandalkan ijazah paket C. "Bagi kita syaratnya lulus SMA dan lulus ujian masuk perguruan tinggi. Itu alat ukur kita atas potensi akademis mereka," ujar Herr.