Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:13 WIB
NATO: Rusia Langgar Gencatan Senjata
Hindra | Rabu, 20 Agustus 2008 | 14:43 WIB
|
Share:

(Getty Images/Uriel Sinai)
Tank-tank Rusia tetap memblokade kota Gori, Georgia.

TERKAIT:

BRUSEL, BELGIA - Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO menuduh Rusia telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang dimediasikan oleh Uni Eropa. Perjanjian ini bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di Georgia.  

Sekretaris Jenderal NATO Jaap de Hoop Scheffer mengatakan, Selasa (19/8), pasukan Rusia masih tetap berada di Georgia. Padahal, Moskow berjanji akan menarik pasukannya hari Senin lalu. "Kami tidak melihat Rusia menarik pasukannya. Keadaan tidak akan kembali normal jika keadaan terus seperti ini," ujarnya.  

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, tuduhan NATO berat sebelah. Lavrov balik menuduh NATO berpihak kepada Georgia, yang pasukannya juga tidak kembali ke barak mereka. "NATO menyalahkan kami seolah tidak ada kewajiban bagi Georgia untuk menarik kembali pasukannya ke markas mereka," tuturnya.  

Menanggapi pernyataan NATO, Presiden Georgia, yang sedang berada di Tbilisi bersama Menteri Luar Negeri Inggris David Milliband, mengatakan pernyataan Scheffer memberikan harapan. "Rusia ingin menurunkan semangat rakyat Georgia. Mereka tidak hanya ingin menghancurkan pemerintahan Georgia, tapi juga kebebasan dan kemerdekaan Georgia," ucapnya.