Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:10 WIB
Mendiknas: Membajak Buku Pahalanya Banyak
| Rabu, 20 Agustus 2008 | 10:32 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan Kompas Wisnu A Nugraha

JAKARTA, RABU - Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, membajak buku pelajaran yang telah dibeli hak ciptanya oleh Departemen Pendidikan Nasional berpahala banyak. Terlebih jika buku ajakan itu disebarluaskan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa."Membajak buku, pahalanya banyak," ujar Bambang dalam peluncuran program massal buku teks pelajaran murah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/8).

Teks buku pelajaran itu bisa dibajak dengan mengunduh terlebih dahulu di website Depdiknas. Teks buku pelajaran itu berpahala dibajak dan digandakan karena hak ciptanya telah dimiliki pemerintah. Program buku teks pelajaran murah merupakan satu dari sembilan terobosan Depdiknas untuk melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pendidikan nasional.

Terobosan lain diantaranya pendanaan massal, kualifikasi dan sertifikasi pendidik, penggunaan teknologi informasi, pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu pendidikan.Dengan program ini, Bambang mengemukakan, harga buku bisa sangat murah atau hanya sekitar sepertiga dari harga pasar.

Depdiknas saat ini telah membeli 407 buku teks pelajaran yang bisa dibajak dan digandakan. Tahun 2009 akan lebih banyak lagi buku teks pelajaran yang dibeli hakciptanya khususnya untuk siswa SMA dan SMK."Tidak ada lagi monopoli, sekolah bisa memilih buku yang ada yang sesuai standar nasional, dan siswa miskin bisa meminjamnya di perpustakaan," ujarnya. Pemerintah juga menyediakan subsidi modal kerja untuk toko pengecer dan penerbit di kabupaten.