JAKARTA, RABU — Artis Adrian Maulana dan Raslina Rasyidin terlihat dalam rombongan pengurus DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendaftarkan calon legislatifnya ke KPU, Selasa (19/8) malam. Keduanya adalah dua dari 19 artis yang dinyatakan menjadi caleg dan telah resmi didaftarkan PAN.
Fenomena artis yang ramai-ramai terjun ke dunia politik memang menarik untuk disimak. Hal ini pun akhirnya mengundang rasa penasaran, seberapa banyak partai dari 38 partai peserta pemilu yang akhirnya ikut latah menawarkan artis dalam daftar calegnya. Ternyata, rata-rata partai-partai itu memiliki caleg artis, meskipun tak semuanya.
Setidaknya, dari beberapa pengurus partai yang ditanyakan menyebut satu atau dua nama artis yang dicalegkan. Hanya PAN yang membagikan rilis lengkap dengan nama-nama artis dan daerah pemilihannya, mungkin karena terlalu banyak sehingga akan terlewat jika disebut satu per satu.
Catatan Kompas.com, nama-nama artis yang dipastikan menjadi caleg dari sejumlah partai adalah sebagai berikut:
Partai Damai Sejahtera: Thessa Kaunang, Ricky Jo, Tamara Geraldine, Ronny Pangemanan. Partai Golkar: Jeremy Thomas, Tantowi Yahya, Nurul Arifin. Partai Demokrat: Venna Melinda, Tere, Angelina Sondakh, Adjie Massaid. PDI-P: Miing Bagito, Rieke Dyah Pitaloka, Eddo Kondologit, Sonny Tulung.
PAN: Wulan Guritno (Jateng III), Marini Zumarnis (Jabar V), Eko Patrio (Jatim VIII), Ikang Fawzi (Banten I), Eka Sapta (Riau I), Lucky Artadipraja (Jabar V), Intan Sevilla (Jatim V), Poppy Maretha (Lampung I), Irene Librawati (Lampung II), Derry Drajat (Jabar II), Adrian Maulana (Sumbar II), Raslina Rasyidin (Jakarta III), Tito Soemarsono (Jabar VII), Maylaffayza (Banten III), Mandra (Jakarta I), Mara Karma (Riau II), Cahyono (Jatim III), Krishna Mukti (Jabar IV), Henidar Amroe (Jateng VII).
Para pengurus parpol berdalih, artis-artis yang mereka calonkan tak sembarangan. Caleg-caleg artis yang diajukan telah melalui serangkaian penilaian dan dinilai punya kapabilitas. Kalaupun belum matang, partai siap memberikan pendidikan politik kepada para pesohor itu.
Selain itu, penerapan penetapan caleg terpilih dengan suara terbanyak yang dipakai banyak parpol, sebagai cara yang dianggap akan lebih berpihak pada pilihan pemilih. Jika suka dan yakin dengan sang artis, cobloslah. Jika tidak, abaikan saja. Sebab, jadi atau tidaknya mereka menjadi wakil rakyat tergantung seberapa besar suara yang berhasil dijaring masing-masing calon.
"Kami kan hanya menawarkan calon terbaik, kalau suka dipilih, kalau tidak jangan," begitu kata salah seorang petinggi parpol yang mencalonkan caleg dari kalangan artis.

