IGOETI, SELASA - Rusia dan Georgia saling bertukar tahanan perang yang diringkus selama pertempuran singkat awal bulan ini. Langkah tersebut diperkirakan dapat meredakan ketegangan kedua negara.
Ketua Dewan Keamanan Georgia Alexander Lomaia menerangkan pertukaran tahanan perang, yang semula dijadwalkan Senin (18/8) kemarin itu, telah menghapus dalih bagi Rusia untuk mempertahankan posisi pasukan di Igoeti. Dusun itu merupakan wilayah terdekat atau sekitar 30 mil yang dapat dicapai pasukan Rusia menuju ibukota Georgia, Tbilisi.
Para menteri luar negeri negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah bersiap mengikuti rapat darurat di Brussels untuk membahas sikap yang diambil sebagai respon terhadap invasi Rusia di negara tetangganya itu. Sejauh ini, tidak ada isyarat tentang kapan pasukan Rusia ditarik dari Georgia yang seharusnya dilakukan kemarin.
Pertukaran tahanan perang yang diadakan Selasa (19/8) ini mencakup 15 tentara Georgia dan 5 tentara Rusia. Georgia berharap pertukaran tahanan perang dapat memperlancar janji penarikan mundur pasukan Rusia yang selama ini tertunda.
Rusia mengumumkan kemarin telah mulai menarik mundur seluruh pasukannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai. Namun, hingga Selasa pagi tadi belum ada isyarat pergerakan pasukan Rusia di Igoeti atau di kota strategis lainnya, Gori.

