MEDAN, SELASA - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat dalam kurun waktu 14 tahun, yakni dari tahun 1994 hingga pertengahan 2008, terdapat sebanyak 1.304 kasus HIV/AIDS. "Dari jumlah itu, 550 kasus diantaranya adalah penderita AIDS dan 754 kasus HIV," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr. Candra Syafe’i, di Medan, Selasa (19/8).
Ia mengatakan, sesuai catatan ini, Kota Medan masih paling banyak ditemukan yakni 967 kasus, disusul Kabupaten Deli Serdang 94 kasus, Tobasa 53 kasus, Pematang Siantar 39 kasus, Simalungun 30 kasus dan Kabupaten Karo sebanyak 27 Kasus.
Sementara Kabupaten Langkat, Tebing Tinggi, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu, Dairi, Sibolga, Tanjung Balai, Binjai, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Tengah, Samosir, Serdang Bedagai, Batubara dan Nias, kasus yang ditemukan masih belasan penderita HIV/AIDS.
Dari semua kasus itu, yang terinfeksi melalui penggunaan jarum suntik pengguna narkoba (penasun) sebanyak 526 kasus, lewat transfusi darah 33 kasus, ibu rumah tangga 30 kasus, homo seksual 18 kasus, perinatal 15 kasus, biseksual 5 kasus dan 107 lainnya tidak diketahui.
Lebih jauh, Candra menjelaskan, sebenarnya kasus HIV/AIDS di Sumut bisa lebih banyak lagi ditemukan jika saja setiap kabupaten/kota memiliki program Voluntary Counceling And Testing (VCT). Selama ini hanya ada beberapa VCT yang ada di Sumut, itu pun merupakan program bantuan dari global fund yang dananya tidak terlalu besar.
"Untuk itu kita harapkan setiap kabupaten/kota membuat VCT masing-masing.Kita tidak bisa berharap banyak bantuan dari luar.Lagi pula persoalan kesehatan termasuk HIV/AIDS sekarang merupakan tanggung jawab masing-masing kabupaten/kota," katanya.

