Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:54 WIB
Jiwa Terancam, Petinju Korea Mundur
A. Tjahjo Sasongko | Selasa, 19 Agustus 2008 | 11:03 WIB
|
Share:

China Photos/Getty Images Sports
Baik Jong-Sub

BEIJING, SELASA — Petinju Korea Selatan, Baik Jong-Sub, terpaksa mengubur impiannya meraih medali Olimpiade setelah mengetahui risiko kematian jika ia tetap bertanding.

Petinju veteran berusia 28 tahun ini mengalami rasa sakit di dadanya dan terpaksa menarik diri sebelum menghadapi petinju Armenia, Hrachik Javakhyan, di babak perempat final kelas ringan Olimpiade Beijing 2008.

Ia diduga mengalami cedera saat pertandingan sebelumnya. "Setelah melakukan pemeriksaan kepada tim maupun rumah sakit setempat, kami  memutuskan ia sebaiknya tidak melanjutkan perlombaan karena dapat membahayakan jiwanya," kata Pelatih Baik, Chun In-ho.

Chun mengatakan, cedera tersebut menyangkut organ pernapasan yang menimbulkan kemungkinan masuknya udara ke dalam jantung. Situasi ini berisiko kematian buat si penderita.

Baik sendiri disebut-sebut ingin tetap bertarung. Ia merupakan petinju berpengalaman Korea Selatan dan menempati peringkat lima di Olimpiade Athens 2004. Baik lolos ke perempat final dengan mengalahkan petinju Thailand, Pichai Sayota.

"Baik ingin tetap bertarung, tapi kami melarangnya," kata Chun.