JAKARTA, MINGGU - Upaya empat tahun berturut-turut itu gagal. Hingga 17 Agustus 2008, cita-cita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempertemukan semua mantan presiden dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi tidak juga terlaksana.
Mantan presiden dan Presiden Yudhoyono hanya bertemu dan tampak akrab di foto yang dipajang memanjang di sepanjang koridor menuju Istana Merdeka. Foto mereka dipasang dengan senyum dan tawa.
Di ruang kerja Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, foto mereka dipasang bersandingan mengenakan pakaian kebesaran dengan semua tanda jasa. "Alangkah indahnya jika semua pemimpin bersatu," ujar Presiden Yudhoyono.
Dari semua mantan presiden atau keluarganya, hingga tahun keempat pemerintahan Presiden Yudhoyono, hanya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan keluarganya yang tidak pernah datang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan.
Keluarga mantan Presiden Soekarno rutin datang. Keluarga mantan Presiden Soeharto datang tahun 2007. Keluarga mantan Presiden BJ Habibie rutin datang, Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dan keluarganya datang tahun 2006 dan 2008.
Abdurrahman datang bersama Ny Shinta Nuriah yang sama-sama menggunakan kursi roda. Sedan putih bernomor polisi B 1277 HF mengantar keduanya hingga tangga sisi timur Istana Merdeka. Saat datang dan pulang, Abdurrahman dikerumuni para pengagumnya yang hendak mencium tangannya atau sekadar mengambil gambar.
"Ini adalah hari kemerdekaan kita. Kita harus membedakan urusan negara dan urusan pribadi," ujarnya sebelum masuk sedan saat ditanya alasannya datang.
Alasan kedatangan Abdurrahman yang secara politik kerap berseberangan dengan Presiden Yudhoyono ini menyejukkan. Namun, Abdurrahman juga tidak menyalahkan mantan presiden atau anggota keluarganya yang tidak datang. Abdurrahman memahami kesibukan masing-masing orang.
Di tengah perayaan kemerdekaan, selain Abdurrahman ada juga tamu istimewa lainnya. Tamu istimewa itu antara lain adalah Nada Lutfiyyah dari Banda Aceh dan Maggie Hamilton dari Michigan, Amerika Serikat. Dua anak putri berusia 11 tahun yang berinteraksi karena tsunami dipertemukan secara fisik di Istana Merdeka.
Nada yang kehilangan ibu, ayah, dan sejumlah besar keluarganya karena tsunami didampingi kakak dan pamannya. Maggie didampingi kedua orang tuanya. Keduanya datang memenuhi undangan Presiden Yudhoyono yang menjadi kurir surat interaksi keduanya.
Sejumlah tamu istimewa memang tidak datang meskipun setiap tahun diundang. Namun, semangat Presiden Yudhoyono tidak berkurang. Terlebih di HUT kemerdekaan RI ke-63, tamu istemewa telah dianugerahkan. Cucu pertama perempuan anak pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Anisa Pohan telah dilahirkan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
"Kami sangat bersyukur karena apa yang kami terima lebih meningkatkan semangat kami sekeluarga untuk melanjutkan tugas di negeri ini sampai masa akhir bakti saya, insya Allah tahun depan," ujarnya.

