Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:58 WIB
Rusia Tandatangani Gencatan Senjata
Adi Sasono | Minggu, 17 Agustus 2008 | 09:05 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/EPSILON
Presiden Rusia Dmitry Medvedev berbicara di Sochi, Jumat (15/8) saat menerima kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel yang membujuknya untuk menempuh jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik di Georgia.

TERKAIT:

SOCHI, MINGGU - Presiden Rusia Dmitry Medvedev menandatangani  perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri permusuhan dengan Georgia menyangkut wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri itu.
     
"Presiden memberi informasi kepada para peserta pertemuan dewan keamanan bahwa ia baru saja menandatangani perjanjian enam pasal itu," kata kepala jurubicara Kremlin, Natalia Timakova, Sabtu (16/8) atau Minggu (17/8) waktu Indonesia.
      
Presiden Georgia  Mikheil Saakashvili  telah mendatangani perjanjian yang ditengahi Prancis itu  Jumat  (15/8) pada saat Menlu AS Condoleezza Rice mengunjungi negara tersebut.

Keputusan Medvedev itu mendapat sambutan positif dari Presiden AS George W Bush yang menyebutnya sebagai langkah penuh harapan. Namun Bush tak lupa mengingatkan bahwa Ossetia Selatan dan Abkhazia tetap milik Georgia.

"Itu langkah penuh harapan. Sekarang Rusia perlu menghormati perjanjian itu dan menarik pasukannya," kata Bush dari ranch-nya di Crawford Texas.

Bush menekankan, bagaimana pun juga Ossetia Selatan dan Abkhzia yang menjadi biang konflik itu tetap menjadi bagian dari Georgia.  "Tidak ada ruang bagi perdebatan mengenai masalah itu," kata Bush.

Namun harapan Georgia dan sekutunya di barat bisa jadi tidak akan segera terwujud, karena Rusia belum menampakkan tanda-tanda akan mundur. Bahkan Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa tentara Rusia di Georgia tidak memiliki tenggat waktu untuk mundur seperti disyarakat perjanjian damai.
    
Ketika ditanya oleh wartawan berapa lama penarikan dari Georgia akan berlangsung, Lavrov menjawab, "Selama diperlukan". Ia menambahkan hal itu akan bergantung pada unit Rusia dapat melaksanakan "langkah keamanan tambahan" tak ditentukan.
    
Tentara Rusia masih mengusai sejumlah bagian Georgia, termasuk melewati batas Ossetia Selatan, kota mereka gempur pekan lalu untuk membantu separatis setempat melawan serangan Georgia.
    
Meskipun ada penandatangan perjanjian gencatan senjata, tentara Rusia berusaha mendekati ibukota Georgia Sabtu, yang menunjukkan tidak ada pertanda persiapan untuk mundur.
    
Tentara Rusia, yang didukung oleh tank dan kendaraan personil lapis baja, terlihat di jalan utama dari Ossetia Selatan ke Tbilisi, hanya 30 Km dari ibukota Georgiaitu. Tentara juga tetap mengusai pos pemeriksaan pentig ke Gori, 60 km di baratlaut Tbilisi.

Sumber :
Ant