Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:43 WIB
Hanya Agrobisnis dan Pertambangan yang Tumbuh
Josephus Primus | Sabtu, 16 Agustus 2008 | 18:12 WIB
|
Share:

KOMPAS/STEFANUS OSA TRIYATNA
Komoditas jagung mulai menjadi andalan warga Nusa Tenggara Barat untuk meraih keuntungan mengingat harga jagung di pasar internasional semakin tinggi. Saat musim panen, Kamis (21/2), harga jagung di tingkat petani Rp 2.500 per kilogram. Setahun lalu, harga jagung hanya Rp 75.000 per kuintal. Komoditas jagung menjadi incaran pedagang internasional.

TERKAIT:

JAKARTA, SABTU - Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat  di antara berbagai sektor usaha di Tanah Air, hanya agrobisnis dan pertambangan yang tumbuh. Menurutnya, berbagai kelompok usaha lainnya bisa disebut tidak tumbuh.
   
"Banyak sektor ekonomi yang tidak tumbuh, sehingga yang tumbuh hanya agrobisnis dan pertambangan ," kata Faisal Basri  kepada pers di Jakarta, Sabtu (16/8).
   
Lebih lanjut, Faial mengatakan dunia usaha mengalami hambatan dalam bekerja oleh karena besarnya utang negara. Pasalnya, banyak sekali uang pemerintah  yang dipakai untuk mensubsidi BBM.
   
Faisal menyebutkan utang pemerintah itu antara lain didapat dengan menerbitkan SUN atau Surat Utang Negara serta pinjaman dari berbagai kreditor luar negeri.

Sumber :
Ant