Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:37 WIB
Dradjad: Soetrisno Bachir Juga Salah
Caroline Damanik | Jumat, 15 Agustus 2008 | 18:35 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Soetrisno Bachir harus turut bertanggung jawab atas protes Suster Andi Rabiah atau "suster apung" yang keberatan dijadikan bintang iklan televisi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional itu. Hal itu dikatakan anggota Komisi XI dari Fraksi PAN Dradjad Wibowo.

"SB (Soetrisno Bachir) juga salah karena harusnya kan dia ngecek dulu sebelum tayang," ujar Dradjad di Jakarta, Jumat (15/8). Ia mengatakan untuk mempertanggungjawabkannya, Soetrisno dapat meminta penjelasan terlebih dahulu kepada rumah produksi yang memproduksi iklan tersebut.

Menurut Dradjad, dalam setiap iklan tentunya harus ada kesepakatan bersama terlebih dahulu mengenai orang-orang yang akan ditampilkan. "Iklan berbeda dengan berita yang adalah ruang publik. Iklan harus ada kesepakatan," tandas Dradjad.

Sementara itu, juru bicara SB, Adang D Bokin membantah jika iklan yang ditayangkan di televisi tersebut sebagai iklan kampanye atau iklan politik Soetrisno. Menurut Adang, iklan tersebut adalah iklan yang bersifat menggugah masyarakat untuk memberikan penghargaan terhadap putra-putri bangsa yang berprestasi tinggi dan memiliki komitmen moral yang baik.

Suster Andi Rubiah merupakan salah satu sosok yang dianggap mewakili. Seorang perawat keliling di Puskesmas Kepulauan Liukang Tangaya Sulawesi Selatan itu rela menerjang ganasnya ombak dengan perahu kecil untuk melayani masyarakat di daerah terpencil.

"Nah, kita kan nggak ada menonjolkan siapa, partai atau sosok," ujar Adang ketika ditemui di Gedung DPR hari ini. Adang bersikeras bahwa iklan tersebut bukanlah iklan kampanye atau iklan politik karena tidak menampilkan kalimat persuasif mengajak memilih partai atau sosok tertentu serta tidak menampilkan logo, atribut atau nama PAN sekalipun dalam iklan tersebut.

"Hanya SB sebagai sosok pribadi, figur anak bangsa yang bangga dengan kreativitas terbaik anak bangsa," demikian dikutip dari pesan pendek yang dikirimkan Adang kepada Kompas.com.