Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:01 WIB
Rusia: Georgia akan Kehilangan 2 Provinsi
Jimmy Hitipeuw | Kamis, 14 Agustus 2008 | 20:57 WIB
|
Share:

(GETTY IMAGES/BURAK KARA)
Pasukan Rusia mempertahankan posisi di jalan-jalan Gori, dekat South Ossetia, Georgia, 14 Agustus 2008.

TERKAIT:

GORI, KAMIS - Sejumlah ledakan terdengar di sekitar kota Gori, Georgia, Kamis (14/8), saat belum diketahuinya kepastian penarikan pasukan Rusia dari wilayah tersebut. Sementara di Moskwa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mendeklarasikan ke seluruh dunia bahwa  Georgia akan kehilangan 2 provinsi separatisnya, South Ossetia dan Abkhazia.

Deklarasi itu disampaikan Sergey Lavrov pada saat bersamaan dengan diumumkannya pertemuan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dengan sejumlah pemimpin dari 2 provinsi separatis. Pertemuan tersebut merupakan isyarat nyata tentang kemungkinan Rusia merangkul 2 provinsi separatis itu.

Penolakan Rusia untuk menarik pasukan dari Georgia dan komentar miring soal perdamaian yang dikeluarkan Moskwa menjadi tantangan bagi penerapan kesepakatan gencatan senjata yang disusun Uni Eropa untuk mengakhiri pertempuran selama 7 hari. Kesepakatan gencatan senjata Uni Eropa itu menetapkan agar pasukan Rusia dan Georgia kembali ke posisi awal mereka.
 
Setidaknya 20 ledakan yang disertai suara tembakan senjata terdengar di dekat Gori. Belum dapat dipastikan apakah ledakan dan tembakan senjata itu  berasal dari pertempuran baru antara pasukan Rusia dan Georgia. Namun, suara ledakan dan tembakan senjata itu terdengar serupa dengan suara desingan mortar atau artileri saat pasukan Georgia dan Rusia masih terlibat bentrokan bersenjata di pinggiran kota Gori.
               
Georgia melaporkan Kamis pagi tadi waktu setempat bahwa pasukan Rusia telah meninggalkan Gori. Namun, Georgia justru kemudian menuduh Rusia mengerahkan pasukan tambahan ke Gori.

Sumber :
AP