JAKARTA, RABU - Secara khusus Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) melalui Sekjen-nya Irgan Chairul Mahfiz, Rabu (13/8) meminta kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk segera mengumumkan nama-nama yang dianggap sebagai kategori politisi busuk. Irgan meminta kepada lembaga pemantau korupsi ini untuk mengumumkan secara profesional.
Kami menyambut baik keinginan ICW yang ingin mengumumkan nama-nama politisi busuk ke partai-partai, termasuk kepada PPP. "Paling tidak, kami mendapatkan rekam jejak seseorang yang masuk dalam kategori politisi busuk," kata Irgan.
Dirinya mempertegas, laporan ini paling tidak menjadikan acuan bagi PPP apakah yang disampaikan oleh ICW memang benar adanya. Bila benar, kata Irgan, tentunya menyangkut apakah yang bersangkutan layak dijadikan sebagai calon anggota legislatif atau tidak.
Kita ingin masyarakat yang menghendaki para wakil rakyat benar-benar sesuai dengan harapan. Bersih, jujur dan tidak bermental korupsi. Bermoral baik dan berkualitas. Namun, PPP berharap ICW benar-benar memiliki bukti yang jelas. "Jangan sampai mendiskreditkan seseorang atau asal tuduh saja," pinta Irgan.
"Kalau asal tuduh, tentu saja bisa merusak citra seseorang. Malahan, bisa-bisa ICW dituntut balik karena telah melakukan pencemaran nama baik individu maupun nama baik partai. Kami, dalam hal ini membuka posko pengaduan, menerima laporan masyarakat, mana kader kami yang dianggap masuk dalam kategori busuk itu," kata Irgan.
Sementara itu pengamat politik ekonomi Ichsanuddin Noorsy meminta kepada KPK untuk melakukan perdana pemakaian baju koruptor terutama kepada para penerima aliran dana BI yang disebutkan oleh Hamka Yandhu dalam persidangan di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu.
"Yang paling tepat diperlakukan seperti itu, memakai seragam koruptor KPK adalah para penerima aliran dana BI. Termasuk, dua menteri yang disebut (Paskah Suzetta dan Kaban). Atau para para jaksa, anggota BPK, hakim agung yang terlibat aliran dana ini," pinta Noorsy.

