Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:04 WIB
McCain Bela Georgia, Obama Netral
Adi Sasono | Rabu, 13 Agustus 2008 | 11:40 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES/SALVATORE LAPORTA
Boneka Barack Obama (kiri) dan John McCain karya seniman Italia dipajang di sebuah toko di Napoli Italia.

TERKAIT:

WASHINGTON, RABU — Agaknya perbedaan pendapat antara John McCain dan Barack Obama semakin sengit dalam bersaing merebut kursi presiden AS. Perbedaan itu juga tampak pada komentar mereka soal krisis di Georgia.

McCain, kandidat dari Partai Republik, mengecam keras agresi militer Rusia. Ia ingin menunjukkan pengalaman panjangnya menangani persoalan internasional dan isu keamanan. Ia mengecam raksasa Kremlin yang menggempur Georgia yang mungil kekuatan militernya.

Tak hanya itu, McCain pun mendesak kelompok negara maju G-8 mendepak Rusia dari keanggotaan. Menurutnya, Rusia tidak punya tempat lagi di kelompok itu kalau terus menunjukkan kecenderungan otoritarianismenya.

Dalam kampanye di Pennsylvania, Selasa (12/8) atau Rabu (13/8) waktu Indonesia, McCain mengungkapkan bahwa ia telah menelepon secara pribadi Presiden Georgia Mikhail Saakashvili untuk menyampaikan dukungannya. "Untuk saat ini kita semua warga Georgia," kata McCain.

Obama, kandidat dari Partai Demokrat, juga mengecam agresi militer Rusia yang nyaris menusuk ke jantung pemerintahan Georgia. "Tidak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan serangan semacam itu," kata Obama dari tempat berliburnya di Hawaii.

Namun, Obama tidak sepenuhnya menyalahkan Rusia. Menurutnya, Georgia juga turut berperan memicu krisis itu dengan menyerang Ossetia Selatan pekan lalu. "Georgia juga harus menahan diri menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan krisis di Ossetia," kata Obama.

Menurut Obama, harus segera digelar perundingan di antara kedua negara dan sekutu masing-masing untuk memecahkan status quo wilayah Ossetia Selatan.

Sumber :
AP