Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 01:02 WIB
Konflik Georgia Belum Pengaruhi Minyak Dunia
Jimmy Hitipeuw | Selasa, 12 Agustus 2008 | 23:23 WIB
|
Share:

WINA, SELASA - Harga minyak dunia berfluktuasi di saat menguatnya nilai dolar AS dan melemahnya permintaan minyak mentah dari China mengimbangi keprihatinan pasar terhadap konflik Rusia-Georgia yang berpotensi menganggu suplai minyak mentah regional. Dari bursa komoditas New York Mercantile Exchange, New York, kontrak harga minyak mentah light sweet naik 5 sen dan berada pada kisaran 114,40 dolar AS per barrel. Dalam penutupan transaksi Selasa (12/8) ini, harga minyak dunia, yang merosot 33 dolar AS atau 22 persen dari angka tertinggi pada 11 Juli lalu pada 147,27 dolar AS per barrel, berada pada angka penutupan transaksi terendah sejak 1 Mei lalu.  

Pasar masih memberikan reaksi terhadap laporan dari China Senin (11/8) kemarin bahwa impor minyak mentahnya Juli lalu turun 7 persen dari periode yang sama tahun lalu. Laporan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah kelesuan ekonomi di AS dan Eropa kemungkinan telah menyebar ke Asia dan mengakibatkan penurunan permintaan minyak. Namun, Badan Energi Internasional di Paris menjelaskan harga minyak akan tetap tinggi meskipun terdapat penurunan permintaan di negara-negara maju.

Menguatnya nilai dolar AS berperan menahan kenaikan harga minyak dunia. Dari bursa valas New York, nilai euro diperdagangkan pada kisaran 1,4893 dolar AS atau melemah dari 1,4928 dolar AS pada akhir transaksi Senin (11/8). Melemahnya nilai dolar AS telah berperan mendongkrak harga minyak awal tahun ini karena komoditas denominasi dolar AS sering digunakan sebagai penahan inflasi dan kemerosotan nilai mata uang AS tersebut.

 

Sumber :
AP