JAKARTA, SELASA - Pasokan elpiji di sebagian Jakarta dan Tangerang hingga Selasa (12/8) kembali seret. Terbatasnya pasokan di tingkat agen menyebabkan harga elpiji naik lagi. Untuk tabung isi 12 kilogram naik dari Rp 70.000 menjadi Rp 73.000 per tabung. Tabung isi tiga kg naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 16.000 per tabung.
Pusat Informasi Kompas mencatat, sejak tiga bulan terakhir telah terjadi tiga kali kenaikan harga elpiji. Awal Juni, tabung isi 12 kg naik dari Rp 55.000 menjadi Rp 65.000 per tabung dan tabung isi tiga kilogram naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 13.000 per tabung. Kenaikan harga kembali terjadi pada awal Juli. Harga tabung isi 12 kg saat itu naik menjadi Rp 70.000 per tabung dan tabung isi tiga kg menjadi Rp15.000 per tabung. Awal Agustus, kenaikan elpiji terjadi lagi.
Seret
Tarman, pengecer gas elpiji di Kelurahan Gagak, Ciledug, Kota Tangerang mengatakan, pasokan elpiji di agen tinggal sedikit. Dia hanya dijatah tiga tabung isi 12 kg dan lima tabung isi tiga kg untuk seminggu.
Mina, salah satu pengecer gas elpiji di Lontar, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengatakan, harga elpiji naik lagi sejak sepekan terakhir. Harga elpiji di tingkat agen Rp 70.000 untuk tabung isi 12 kg dan Rp 13.000 tabung isi tiga kg. Pengecer menjualnya seharga Rp 73.000 per tabung isi 12 kg dan Rp 16.000 per tabung isi tiga kg.
Ade, pegawai di salah satu pemasok elpiji di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat mengatakan, pasokan elpiji di Pertamina menjadi terhambat sejak beredarnya tabung isi tiga kilogram di pasaran.
Kendaraan distributor harus antre sekitar tiga jam setiap kali mengisi elpiji. Hal itu karena Pertamina tidak hanya mengisi gas elpiji isi 12 kilogram tetapi juga mengisi tabung isi tiga kilogram. (ADH/PIN)

