JAKARTA, SELASA - Bersamaan dengan peringatan hari lahir ke-106 Mohammad Hatta pada tanggal 12 Agustus, pimpinan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berziarah ke makam Proklamator tersebut. Ziarah tersebut sekaligus bertujuan untuk memaknai kembali pemikiran-pemikiran ekonomi kerakyatan Bung Hatta ke dalam kondisi aktual Indonesia saat ini. “Pemikiran-pemikiran ekonomi Bung Hatta sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini. Koperasi adalah salah satu cara rakyat kecil mencapai kesejahteraan, tetapi sekarang seperti dilupakan,” kata Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi.
Selain Suhardi, Ketua Partai Gerindra lain yang ikut dalam acara ziarah ini adalah Halida Hatta yang merupakan putri bungu Muhammad dan Rachmi Hatta, dan Fadli Zon. Halida Hatta menyebutkan antara lain, ayahnya semasa hidup telah memberi contoh dan pemikiran tentang kemandirian sebagai bangsa baik dari sisi politik maupun ekonomi. Contoh
itulah yang sekarang relevan digali kembali pada saat bangsa Indonesia menghadapi globalisasi ekonomi.
Sementara itu Fadli Zon menyebutkan, pemikiran Bung Hatta tentang ekonomi kerakyatan sejalan dengan Gerindra yang memperjuangkan kepentingan rakyat kecil tanpa harus menjadi
antipasar. Melalui koperasi yang dibangun adalah ekonomi sebagai usaha bersama yang bersaing secara adil. Sementara, saat ini dunia berhadapan dengan neoliberalisme yang
dicirikan oleh pasar bebas yang tidak adil dan menurut Fadli Zon seringkali pemerintah kita tidak mampu menolaknya. Setelah ke makam Bung Hatta, rombongan juga berziarah ke makam Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo, salah seorang bapak ekonomi pembangunan Indonesia.