PALEMBANG, SELASA - Pada saat terjadi dialog antara Kepala Sekolah SD Harapan Kita Syafruddin, Palembang, Sumatera Selatan, dengan perwakilan guru yang mogok mengajar, Selasa (12/8) siang ini, seorang wartawan Harian Sriwijaya Post bernama Dewi tiba-tiba diseret keluar oleh satpam dan diiringi oleh Kepala Sekolah.
Saat bersamaan, Syafrudin langsung melontarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang guru. "Keluar kamu dari kompleks sekolah ini. Saya tidak izinkan wartawan masuk dan mencampuri urusan internal sekolah kami," katanya kepada Dewi di depan para wartawan yang menunggu di luar pagar halaman sekolah, Selasa (12/8) siang ini.
Dewi langsung menangis mendengarkan ucapan kasar itu. Dewi dan rombongan wartawan akhirnya melaporkan kasus pelecehan itu ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Aidin yang kebetulan kantornya bersebelahan dengan SD Harapan Mulia.
Sayangnya, Aidin terkesan tidak peduli dengan perilaku kepala sekolah itu. "Saya bisa memakluminya. Mungkin karena keduanya sama-sama panik," katanya.
Meski Si Kepala Sekolah sudah meminta maaf, namun Dewi masih sempat kesal. Sampai sekarang, wartawan masih berada dilokasi SD Harapan Mulia untuk menemui kepala sekolah.

