Bersama Kita Bisa. Jargon dan janji kampanye pemilihan presiden 2004 milik pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla ini kembali diingat menjelang mandat lima tahun yang diberikan rakyat berakhir. Presiden Yudhoyono menegaskan kebisaan itu dalam Apel Penggiatan Gerakan Nasional Penghematan Energi dan Air di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (10/8). Bukti kebisaan itu dikemukakannya untuk meyakinkan bagaimana penghematan 30 persen energi dan air telah dilakukan di "ring satu".
"Ada yang bertanya. Ada yang sinis. Ada yang pesimis. Apa bisa? Mana mungkin? Bagaimana mengawasinya? Paling-paling bisanya cuma apel saja! Jawabannya, bisa dan mungkin kita lakukan," ujar Presiden.
Langkah penghematan energi dan air didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2008. Apel nasional yang diikuti sekitar 5.000 orang itu adalah salah satu implementasi instruksi yang keluarkan karena dipaksa oleh naiknya harga minyak mentah dunia, akhir Mei 2008.
Untuk kebisaan itu, Presiden menyebut, di ring satu yang terdiri dari istana kepresidenan, sekretariat negara, dan sekretariat kabinet, penghematan listrik telah membawa hasil sekitar 30 persen."Saya yakin yang lain juga bisa dan harus bisa!" ujarnya.
Langkah penghematan berapa pun kecilnya, menurut Presiden bermanfaat dibandingkan hanya bersikap pesimis, mengeluh, mudah menyalahkan, dan tidak berbuat apa-apa. Dengan harga minyak mentah 120 dollar AS per barrel, jika penghematan secara nasional bisa dilakukan 20-30 persen, maka penghematan subsidi APBN dapat mencapai Rp 45-70 triliun. "Andai kata kita hanya mampu menghemat setengahnya saja, tetap saja kita berhemat lebih dari Rp 20 triliun," ujarnya.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, sekitar 30 persen penghematan penggunaan listrik bernilai sekitar Rp 141,5 juta. Nilai itu didapat dari selisih tagihan tiga gedung di Sekretariat Negara bulan Mei sekitar Rp 461 juta dengan total tagihan bulan Juli Rp sekitar Rp 319,5 juta.
Dalam dua bulan, ring satu bisa digerakkan bersama-sama penghematan listrik. Memperlebar gerakan, Presiden menyerukan penghematan di semua instansi pemerintah hingga daerah. Presiden mengharapkan tanggung jawab dan kepemimpinan hadir.
Untuk memastikan berjalannya instruksi penghematan energi, Presiden mengharapkan gugus tugas penghematan energi dan air yang telah dibentuk dengan Sekjen Eddie Widiono dapat menjalankan tugas dan melaporkan hasilnya setiap bulan kepadanya. Pembentukan gugus tugas ini merupakan jawaban atas kegagalan pencanangan gerakan penghematan energi, 2005. Ketika itu, harga minyak mentah naik dan harga BBM dinaikkan, tetapi tidak mendorong gerakan massal penghematan.
Presiden ingin, kebisaan menghemat energi di ring satu berlanjut dan menular ke ring dua, tiga, dan secara nasional. Diiringi musik dari lagu ciptaannya berjudul "save our planet", Presiden meninjau sejumlah pameran bertema energi, tanpa pameran "blue energy" seperti terjadi di Bali, 2007. Di ring satu, bersama kita bisa!

