Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:04 WIB
Presiden Georgia dan Menlu Perancis Dievakuasi dari Gori
Martian Damanik | Selasa, 12 Agustus 2008 | 02:03 WIB
|
Share:

Uriel Sinai/Getty Images
Tank-tank tentara Georgia melakukan operasi di jalan-jalan Kota Gori, Senin (11/8). Perang antara Rusia dan Georgia pecah kembali setelah tentara Rusia menduduki South Ossetia, daerah yang masih diperebutkan selama ini.

TERKAIT:

PARIS, SENIN-Presiden Georgia Mikheil Saakashvili dan Menteri Luar Negeri Perancis Bernard Kouchner, Senin waktu setempat, diterbangkan keluar dari kota Gori, Georgia, yang terletak di dekat perbatasan Ossetia Selatan, karena alasan keamanan.

"Keadaannya tegang, relatif berbahaya," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis di Paris. Kouchner diterbangkan ke kota Rusia Vladikavkas, dan dari situ ia akan melanjutkan perjalanan ke Moskow, kata juru bicara itu.

Menurut laporan surat kabar Perancis Le Figaro, sebuah helikopter yang tidak diketahui asalnya mengangkut aparat-aparat keamanan. Para pengawal membawa kedua politikus itu ke sebuah kendaraan lapis baja. Saakashvili dan Kouchner telah mengunjungi korban-korban konflik di Gori. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang saat ini memimpin Uni Eropa, diperkirakan tiba di kawasan itu pada Selasa.

Bantah duduki Gori

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia hari Senin membantah klaim Georgia bahwa pasukan Rusia menduduki kota Gori, kata Kantor Berita Interfax. "Pasukan tidak menduduki kota Gori. Informasi ini tidak sesuai dengan kenyataan," kata seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Rusia kepada Interfax.

Pasukan Rusia, kata kementerian itu, juga tidak berniat menyerang Tbilisi, ibukota Georgia, kata kantor berita itu. "Kami tidak berencana dan tidak pernah memiliki rencana untuk bergerak maju ke Tbilisi," kata Interfax mengutip seorang pejabat kementerian itu.

Sumber :
Antara