Martian Damanik | Selasa, 12 Agustus 2008 | 00:25 WIB
|
Share:
Cliff Volpe/Getty Images
Keluarga menangisi kematian Georgi Makridze (30), tentara Georgia yang tewas dalam pertempuran dengan tentara Rusia di Ossetia Selatan
Uriel Sinai/Getty Images
Tentara Georgia berada di jalan antara Tskinvali Gori sekitar 20 km dari Ossetia Selatan
Cliff Volpe/Getty Images
Penduduk di kota Gori, Georgia, menunggu bantuan kemanusiaan, menyusul agresi tentara Rusia
Uriel Sinai/Getty Images
Tank-tank tentara Georgia melakukan operasi di jalan-jalan Kota Gori, Senin (11/8). Perang antara Rusia dan Georgia pecah kembali setelah tentara Rusia menduduki South Ossetia, daerah yang masih diperebutkan selama ini.
TBILISI, SELASA-Dunia ternyata belum aman dari perang. Konflik Rusia dengan Georgia terkait perebutan wilayah Ossetia Selatan akhirnya diselesaikan dengan cara pengerahan kekuatan angkatan bersenjata. Angkatan Darat Rusia yang lebih kuat dan memiliki senjata cangggih memukul mundur tentara Georgia. Bahkan, pasukan infanteri Rusia merangsek ke dalam wilayah Georgia hingga mendekati ibukota Georgia, Tbilisi.
Sampai kapan perang ini terjadi? Sampai kapan penduduk di Ossetia Selatan dan wilayahnya yang diduduki tentara akan terus menderita? Semoga mata pemimpin Rusia dan Georgia terbuka untuk memikirkan cara damai guna mengakhiri perang yang menyengsarakan penduduk sipil. (ROY)