TBILISI, SENIN-Invasi tentara Rusia ke dalam wilayah Georgia semakin luas. Kabar terakhir, Senin (11/8), menyebutkan, pasukan infanteri Rusia yang didukung tank serta kendaraan tempur lainnya, telah menguasai Gori, sebuah kota yang hanya berjarak 60 km dari ibukota Georgia, Tbilisi.
Semakin dekatnya tentara Rusia membuat Pemerintah Georgia mengeluarkan pernyataan resmi yang intinya akan menarik seluruh tentara masuk ke Tbilisi, ibukota Georgia. Seluruh tentara akan diinstruksikan mempertahankan Tbilisi dari invasi tentara Rusia.
"Saat invasi Angkatan Darat Rusia sudah memasuki wilayah Georgia jauh dari wilayah konflik di Abkhazia dan Ossetia Selatan. Angkatan Darat Georgia ditarik mundur untuk mempertahankan ibukota negara," demikian pernyataan Pemerintah Georgia.
Semakin dekatnya kehadiran tentara Rusia ke Tbilisi memunculkan spekulasi bahwa Rusia ingin menumbangkan pemerintahan yang sah di Georgia.
Sementara itu tekanan dunia internasional belum mampu meredakan ketegangan. Kecaman internasional tidak membuat Rusia menghentian agresinya. Namun, upaya untuk mencari titik temu dalam pertikaian itu sudah mulai dirintis. Duta Besar Rusia untuk NATO Dmitry Rogozin telah dijadwalkan untuk bertemu dengan pejabat NATO guna mencari solusi.
"Misi Rusia untuk NATO memutuskan mengusulkan penyelenggaraan pertemuan luar bias Dewan NATO-Rusia. Kami menekankan bahwa sebelum NATO menyampaikan pernyataan, mereka perlu melakukan pekerjaan yang bertanggung jawab untuk menemukan fakta," ungkap Rogozin.

