TBILISI, SENIN-Rusia kembali membuka konfrontasi dengan Georgia. Kendaraan-kendaran tempur tentara Rusia terus merangsek masuk dan mengepung sebuah markas militer di sebelah barat wilayah Georgia, Senin Waktu setempat.
Walau Presiden Georgia Mikhail Saakashvili telah mengajukan gencatan senjata, hal itu tidak mengurangi gempuran tentara Rusia. Kabar terakhir menyebutkan, tentara Rusia telah menginvasi wilayah Georgia di Provinsi Abkhazia. Sementara itu, tentara Georgia telah terkepung dan tidak bisa berbuat apa-apa di Ossetia Selatan.
Sekretaris Dewan Keamanan Georgia Alexander Lomaia mengungkapkan bahwa pasukan infanteri Rusia juga telah menguasai markas militer Georgia di Senaki, sebuah kota di bagian barat Georgia. Juru Bicara Departemen Dalam Negeri Georgia Shota Utiashvili menambahkan, Rusia juga telah masuk ke wilayah Zugdidi dan menguasai markas polisi.
Sebelumnya pesawat-pesawat tempur Rusia telah mengebom radar-radar di bandara Tbilisi dari Minggu malam hingga sampai Senin. "Radar-radar itu mengalami kerusakan ringan, namun bandara masih terus bekerja normal," kata Utiashvili.
Akibat pengeboman itu, maskapai penerbangan Austria, Azerbaijan dan Turki menghentikan penerbangannya ke Tbilisi. Sementara itu pesawat pemerintah Polandia yang membawa 95 orang yang diungsikan dari Georgia tiba di Warsawa. Di antara yang dievakuasi adalah warga Polandia, orang-orang yang berasal dari Polandia, dan delapan warga Czechnya.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner berencana akan mengunjungi kota Georgia, Gori, untuk membezuk para korban perang Georgia-Rusia.
Konflik Rusia dan Georgia bermulai dari Provinsi Ossetia Selatan melepaskan diri dari kontrol Georgia di tahun 1992. Saat itu Rusia memberikan paspor pada penduduknya dan membujuk pemimpin separatis setempat untuk bergabung dengan Rusia. Sementara Georgia, yang tentaranya dilatih tentara AS, mulai berusaha mendapatkan kembali kendali atas Ossetia Selatan

