Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:59 WIB
Rusia Perluas Kehadirannya di Georgia
| Senin, 11 Agustus 2008 | 16:30 WIB
|
Share:

TBILISI, MINGGU - Rusia dan Georgia masih terlibat pertempuran sengit di darat dan laut, Minggu waktu setempat, meski pihak Georgia menawarkan gencatan senjata dan menarik pasukannya dari Provinsi Ossetia Selatan yang ingin memisahkan diri. Demikian kesimpulan pernyataan kedua belah pihak.

Pejabat Georgia mengatakan, pesawat-pesawat Rusia mengebom wilayah sekitar ibu kota Georgia, sementara tank-tank Rusia bergerak dari Ossetia Selatan ke wilayah Georgia. "Jet-jet Rusia itu menghancurkan fasilitas komunikasi di sebelah barat Tbilisi, Minggu pagi, dan menjadikan Pelabuhan Poti di Laut Hitam sebagai target serangan," ujar juru bicara Menteri Dalam Negeri Shota Utiashvili. Menurutnya, serangan Rusia itu tidak menimbulkan korban jiwa.
 
Seorang Jenderal Rusia mengatakan bahwa tentara Georgia menjatuhkan tembakan gencar ke posisi di sekitar Tskhinvali, ibu kota Ossetia Selatan, Senin pagi, walau Georgia sudah menyatakan diri menarik dari kota itu dan mengusulkan gencatan senjata. "Pertempuran masih terjadi di beberapa titik", tulis kantor berita Interfax mengutip Mayjen Marat Kulakhmetov. Ia adalah komandan kontingen penjaga perdamaian dari Rusia yang berada di Ossetia Selatan sejak 1992. Rusia juga mengklaim telah menenggelamkan kapal Georgia yang mencoba menyerang kapal Rusia di Laut Hitam.

Sejauh ini Rusia sepertinya tidak menghiraukan seruan dunia untuk menghentikan peperangan walau dunia internasional mengutuknya. Mereka hanya akan mematuhi gencatan senjata bila tentara Georgia dipastikan menarik diri dari Ossetia Selatan.

Dikatakan Utiashvili, tank-tank Rusia berusaha menyeberang dari Ossetia Selatan ke wilayah Georgia, tapi dihadang angkatan bersenjata Georgia. Menurutnya, tank-tank itu mencoba mendekati Gori, tapi tidak menembakkan peluru ke kota berpenduduk 50.000 orang itu.

Rusia juga mengirimkan kapal-kapal Angkatan Laut untuk berpatroli di perairan Georgia di Laut Hitam. Dikatakan juru bicara AL Rusia Igor Dygalo, kapal-kapal mereka berhasil menenggelamkan satu dari empat kapal patroli Georgia yang mendekat dan menolak berhenti.

Ossetia Selatan melepaskan diri dari kontrol Georgia di tahun 1992. Saat itu Rusia memberikan paspor pada penduduknya dan membujuk pemimpin separatis setempat untuk bergabung dengan Rusia. Sementara Georgia, yang tentaranya dilatih tentara AS, mulai berusaha mendapatkan kembali kendali atas Georgia sejak Jumat. Mereka menembakkan roket dan artileri ke ibukota Tskhinvali yang dikatakan sebagai balasan atas serangan kelompok separatis.

Sebagai balasan, Rusia meluncurkan serangan artileri dan serangan udara ke posisi tentara Georgia. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Grigory Karasin, lebih dari 2.000 orang terbunuh di Ossetia Selatan sejak Jumat, kebanyakan warga Ossetia berpaspor Rusia. Jumlah itu masih simpang siur, tapi pengungsi yang meninggalkan kota mengatakan ratusan orang tewas.

Sumber :
AP