NUSA DUA - Menteri Kehutanan MS Kaban mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi belakangan ini di Pulau Sumatera dan Kalimantan bukan pada lokasi hutan lindung. "Kebakaran hutan tersebut terjadi pada hutan milik masyarakat, dan kemungkinan sengaja dilakukan oknum warga untuk perluasan lahan perkebunan," kata Kaban di Nusa Dua, Bali, Senin (11/8).
Usai membuka Rapat Koordinasi Teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan itu, Menhut mengatakan, kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara, Jambi, Palembang dan Riau telah dilakukan upaya pemadaman oleh aparat dan warga masyarakat setempat. "Aparat bersama-sama warga telah melakukan tindakan pemadaman titik api, sehingga tidak sampai merembet ke hutan lindung," katanya.
Menurut Menhut, konsentrasi untuk pemadaman api difokuskan di wilayah Kalimantan Barat, karena di daerah ini sangat berdekatan dengan keberadaan hutan lindung. "Saat ini perhatian untuk pemadaman api di wilayah Kalimantan Barat dengan melibatkan warga dan aparat keamanan yakni Polri dan TNI," ujarnya.
Dikatakan ada kemajuan yang cukup signifikan terkait keberadaan hutan-hutan di Indonesia karena menurunnya titik api tahun ini, dibanding sebelum 2007. "Walau telah terjadi penurunan titik api, kami harapkan kewaspadaan dan kesiagaan harus tetap terjaga oleh semua pihak," katanya.
Menhut juga mengatakan, dana untuk penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan mencapai Rp 290 miliar per tahun. Dana tersebut bersumber dari penerimaan negara dari pajak (PNDP). "Dana tersebut sebenarnya belum memadai, karena cakupan program sangat luas. Padahal porsi yang diperlukan mencapai Rp 500 miliar," katanya.

