Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:15 WIB
Yuddy Tak Kecewa Jika Namanya Dicoret dari Golkar
Heru Margianto | Senin, 11 Agustus 2008 | 12:53 WIB
|
Share:

KOMPAS/PRIYOMBODO
Yuddy Chrisnandi (berdiri) menjadi satu-satunya anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) yang setuju dengan usul penggunaan hak angket DPR terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa (24/6) di Jakarta. Pengambilan keputusan melalui voting itu akhirnya memutuskan penggunaan hak angket anggota DPR.

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - Politisi muda dari Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi mengaku tak kecewa jika benar namanya dicoret dari daftar calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar, karena setidaknya sudah tiga parpol yang memberi peluang padanya untuk menjadi caleg. "Tiga partai telah memberi peluang kepada saya untuk menjadi caleg," kata anggota Komisi I DPR itu di Gedung DPR Senayan Jakarta, Senin (11/8).
    
Yuddy menyatakan akan meminta klarifikasi mengenai beredarnya informasi bahwa namanya telah dicoret dari daftar caleg Partai Golkar. Klarfikasi itu, katanya, untuk meminta kejelasan maksud serta tujuan pencoretan namanya.
    
Selama ini, Yuddy Chrisnandi merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Kabupeten Cirebon. Ia mengaku selama ini sudah melaksanakan tugas sesuai harapan, sebagaimana diemban dan diaspirasikan rakyat.
    
Namun, sikap politiknya dalam memperjuangakan aspirasi rakyat diakuinya sering bertentangan dengan keinginan DPP Partai Golkar. Salah satunya ketika hak angket soal kenaikan harga BBM, karena  Fraksi Partai Golkar memerintahkan anggotanya agar menolak penggunaan hak angket DPR.
    
Akan tetapi berdasarkan aspirasi yang begitu besar dari masyarakat di daerah pemilihannya dan juga di daerah lain, maka Yuddy mengambil sikap menolak perintah FPG.
    
Yuddy kemudian menjadi satu-satunya anggota DPR yang berani menolak perintah DPP partai mengenai hak angket kenaikan harga BBM.
    
Yuddy juga dikenal sebagai koordinator Kaukus Muda Parlemen Indonesia (KMPI) dan dia juga telah mendeklarasikan diri sebagai capres dari KMPI, di tengah masih adanya sikap tabu di kalangan pimpinan Golkar mengenai siapa calon presiden dan calon wakil presiden Partai Golkar pada Pemilu 2009.

Sumber :
Ant