Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:12 WIB
Calon Independen, Jawaban Golput
Caroline Damanik | Senin, 11 Agustus 2008 | 12:32 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Kehadiran sosok calon independen dilihat sebagai alternatif terbaik mengantisipasi makin besarnya kemungkinan suara golput. Nur Hidayat Assegaf dari Komisi Nasional Pemilu Presiden Independen (Komnas PPI) mengatakan indikasi golput makin kuat karena rakyat makin antipati dengan partai politik.

"Kita lihat saja, calon-calon (presiden) yang diajukan partai-partai besar umumnya orang-orang lama yang gagal dalam memimpin. Kita sudah tahulah manuver-manuvernya," ujar Nur Hidayat dalam pernyataan sikap Komnas PPI terhadap calon independen di Jakarta, Senin (11/8).

Menurut dia, jika wajah-wajah lama itu terpilih lagi maka perubahan menuju kebaikan yang dicita-citakan Indonesia kemungkinan sulit untuk tercapai. Mengenai banyak kegagalan calon independen dalam panggung Pilkada, ia menduga bahwa banyak permainan yang diagendakan di dalamnya.

Misalnya, menurut Nur Hidayat, di Nabire, pencurian suara calon-calon independen ataupun pencoretan nama-nama calon independen secara sepihak. Untuk itu, dia berharap akan segera bertemu dengan para wakil rakyat untuk memperjuangkan diterimanya calon presiden independen.