Senin, 21 April 2014

News / Travel

Pesta Kembang Api Tutup Sanur Festival 2008

Senin, 11 Agustus 2008 | 12:22 WIB

Baca juga

SANUR, SENIN - Kegiatan Sanur Village Festival (SVF) ke-3 yang berlangsung selama lima hari ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Denpasar IB Rai Darmawijaya Mantra, ditandai pesta kembang api yang sangat spektakuler, Minggu (10/8) malam.
     
Wakil Wali Kota Denpasar dalam sambutannya mengatakan, sangat mendukung pelaksanaan SVF sebagai ajang promosi pariwisata yang lahir dari masyarakat Sanur.
    
"Saya sangat mendukung penyelenggaraan festival ini. Kegiatan init ini lahir dari masyarakat Sanur dan menjadi bukti keberhasilan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata," kata Rai Mantra.
    
Menurutnya, tema kegiatan SVF yang mengangkat isu lingkungan sangat aktual dan menjadi isu internasional, namun aktualisasinya berasal dari kearifan lokal. Karena lingkungan hidup adalah menjadi masalah bagi planet bumi.
    
"Kewajiban kami sebagai pemerintah daerah adalah memberdayakan aktivitas masyarakat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Pemkot berkomitmen akan terus mendukung penyelenggaraan SVF sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kearifan lokal," katanya.
    
Ia juga berharap agar pemerintah pusat maupun provinsi dapat lebih berperan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti ini.
    
Sebelum menutup secara resmi SVF, Rai Mantra sempat menyaksikan parade budaya serta berkeliling meninjau sejumlah stand pameran didampingi Ketua Panitia SVF, Ida Bagus Sidharta Putra.
    
Dikatakan keterlibatan masyarakat Sanur dan wisatawan asing saat parade budaya menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah Kota Denpasar. "Ini patut kita berikan apresiasi kepada panitia SVF," ucapnya.
    
Parade Budaya diikuti ribuan orang dengan mengangkat tema "Panca Yadnya" (lima korban suci umat Hindu). Masyarakat dan wisatawan tumpah ruah memadati sepanjang rute parade untuk menyaksikan penutupan event tahunan itu.
    
Dalam parade tersebut menampilkan berbagai atraksi budaya di antaranya  ogoh-ogoh (boneka raksasa menyeramkan), tari barong dan busana adat Bali dan atraksi menarik lainnya.
    
Parade ini melibatkan ribuan peserta dari masyarakat Sanur dan industri pariwisata. Start parade dimulai dari depan pusat perbelanjaan Hardy’s Sanur berakhir di panggung kehormatan SVF di Jalan Segara Ayu dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer.
    
Sementara Ida Bagus Sidharta Putra mengatakan,  parade ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan SVF yang gelar selama lima hari, dengan menyuguhkan berbagai kegiatan olahraga, kesenian budaya dan pameran.
    
Ia merasa puas dengan penyelenggaraan SVF tahun ini. Jumlah pengunjung  festival pun lebih banyak dibandingkan tahun tahun lalu. Dan tercatat sekitar 26 agenda event di gelar dalam SVF tahun ini. Mulai dari kontes bonsai, pameran lukisan, festival kuliner hingga parade budaya.
    
"Saya belum tahu pasti jumlah pengunjung, namun target 20.000 orang tampaknya terlewati. Hal ini terbukti selalu ramainya jumlah pengunjung dari tiap event yang digelar. Festival kuliner selalu dibanjiri penonton, apalagi kalau malam sangat penuh dengan pengunjung," katanya.
    
Peserta festival kuliner, Puneet Malhotra pemilik Queen’s Tandoor mengakui jumlah pengunjung tahun ini jauh lebih ramai dari sebelumnya. Sejak stand makanannya dibuka siang hari pengunjung selalu ramai. "Kegiatan ini sangat baik sebagai ajang promosi untuk kepariwisataan di Bali," kata Puneet.


Editor :
Sumber: