Pembicara tunggal dalam pertemuan yang diselenggarakan Forum Kerja Lintas Agama (FKLA) Provinsi Lampung itu adalah Sultan Hamengku Buwono X. Sultan datang didampingi antropolog lulusan Universitas Illinois, Amerika Serikat, Muslim Abdurrahman; serta musisi senior Franky Sahilatua dan Steve Sahilatua.
Pertemuan tiga jam itu membahas ”Peran Generasi Muda dalam Penanggulangan Kemiskinan, Tinjauan Sosial Budaya”.
Lima belas orang yang diberi kesempatan bertanya dalam acara ini. Sekitar 10 penanya menyarankan agar Sultan maju dalam pemilihan presiden tahun mendatang. Usul ini tidak ditanggapi.
Dalam tanya jawab itu, Sultan mempertanyakan, mengapa saat ini kaum muda Indonesia belum juga membuat deklarasi tentang Indonesia masa depan? Ia mengingatkan tentang kaum muda Indonesia di tahun 1908 dan tahun 1928. Lalu, Sultan bicara soal pemuda sebagai agent of change (agen perubahan). ”Bagaimana kaum muda Indonesia saat ini membuat laku jadi lakon?” Begitu kata Sultan.
Sultan berharap kaum muda jangan hanya suka menghasilkan sesuatu yang instan dan jangan hanya berkonsentrasi jadi anggota parlemen atau menjadi bupati atau wali kota.
”Mulailah dengan bersama-sama beternak lele atau kambing atau membuat gorong-gorong di kampung atau menanam cabe,” ujar Sultan.
Lalu, seorang penanya mengemukakan pendapatnya tentang memberantas kemiskinan dengan pendidikan. Sultan menjawab dengan menceritakan pengalamannya memberi sepasang kambing kepada satu keluarga yang dinilainya kurang mampu kehidupan ekonominya. ”Orang tua dalam keluarga itu hanya menginginkan anaknya bisa setiap hari mencari rumput untuk makan kambing itu. Dari kambing itu, mereka bisa setiap hari makan ,” ujar Sultan.
Muslim Abdurrahman memberi julukan penampilan Sultan di Metro ini sebagai seorang ayah yang menyapa. Tidak bicara soal-soal besar, tapi kecil yang akrab dengan keinginan rakyat.
Sultan juga mengatakan, mengapa ia mengajak Franky untuk bernyanyi dalam acara ini. ”Bukan supaya saya bisa menyanyi atau menulis lagu. Akan tetapi, dari seniman ini saya belajar mengasah nurani saya supaya semakin peka terhadap rintihan rakyat,” ujar Sultan.(OSD)

