BEIJING, SABTU - Petinju kelas berat ringan Samoa, Farani Tavui, harus dilarikan ke rumah sakit hari Sabtu (9/8). Tindakan itu dilakukan setelah dia dipukul KO hingga tak sadarkan diri oleh lawannya dari Kroasia, Marijo Sivolija-Jelica, pada pertandingan babak penyisihan cabang olahraga tinju Olimpiade Beijing.
Menurut konfirmasi kepala komisi medis Asosiasi Tinju Amatir Internasional, Charles Butler, Tavui yang merupakan debutan Olimpiade tersebut memperoleh kesadarannya kembali saat dimasukkan ke ambulans.
Meskipun demikian, Tavui harus menjalani tes rutin untuk menjamin dirinya tidak mengalami pendarahan internal di otaknya, akibat pukulan telak.
"Apalagi, hal itu diperparah lagi setelah ia roboh dan kepalanya menghantam kanvas. Saya tidak dapat mengambil risiko dari sindrom dampak kedua ini," tambah Butler.
Tavui yang berusia 22 tahun, tak berdaya menghadapi keganasan Sivolija-Jelica yang pernah meraih medali perak di kejuaraan dunia 2005. Setelah mendapat gempuran yang bertubi-tubi lewat kombinasi pukulan, Tavui jatuh saat ronde ketiga baru berlangsung 23 detik.
Dia sempat bangun lagi ketika wasit memberi hitungan. Satu-satunya petinju Samoa di Olimpiade tersebut berjalan ke sudut netral, tetapi jalannya sempoyongan dan dia akhirnya jatuh sebelum mencapai sudut ring. Dia berusaha berdiri, tetapi tidak bisa dan jatuh lagi. Dokter segera masuk ring dan meminta usungan, sementara wasit menghentikan pertarungan.
Tavui tampak sadar, tetapi kepalanya terkulai dan kakinya lemas ketika staf medis menandunya ke luar arena. Butler mengatakan, untuk periode yang sangat pendek, Tavui pasti tak sadarkan diri, meskipun ia kemudian mampu (sadarkan diri,red).
Sementara itu, Sivolija-Jelica mengaku dia sangat mencemaskan keselamatan lawannya. Menurut petinju Kroasia itu, hal tersebut bisa saja terjadi pada dirinya.
"Saya tidak suka (menyebabkan) cedera semacam itu, karena hal itu bisa saja terjadi pada saya. Saya tidak kejam. Saya adalah seorang petinju yang emosional, saya tidak merasa senang," katanya. (ANT)

