Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:56 WIB
Lavrov: Rusia tak Ingin Perang
| Sabtu, 9 Agustus 2008 | 18:28 WIB
|
Share:

LONDON, SABTU - Rusia tidak ingin melakukan perang besar-besaran dengan Georgia, dan hanya berusaha memulihkan situasi di Ossetia Selatan dalam konflik pekan ini, kata Menlu Rusia, Sergei Lavrov, kepada stasiun televisi BBC.
       
Lavrov menuduh Presiden Georgia  Mikheil Saakashvili sengaja membesar-besarkan ancaman Rusia dengan menyatakan Moskow memiliki ambisi wilayah lebih luas di bekas wilayah-wilayah Sovyet.
      
Menjawab pertanyaan apakah  Rusia bersiap untuk melancarkan perang besar-besaran terhadap Georgia, ia mengatakan: "Tidak, tidak, tidak, tidak" dan menambahkan, "Tuan Saakashvili tetap mengatakan kami ingin merebut wilayah Georgia," kata Lavrov.
      
"Ia juga mengatakan ini bukan tentang Georgia, ini adalah tentang masa depan Eropa karena ia mengatakan Rusia juga adalah mengklaim wilayah negara-negara lain termasuk negara-negara Baltik. Dan, itu adalah omong kosong," tambahnya.
      
Pernyataan dalam satu wawancara televisi BBC dilakukan ketika Saakashvili mendeklarasikan "keadaan perang " setelah menuduh Moskow  membom daerah-daerah sipil Georgia, dan mengatakan negaranya  "berada dalam agresi militer total."
      
Rusia mendukung  pemerintah separatis Ossetia Selatan dan mengirim tank-tank  dan pasukan, Jumat  untuk menghadapi operasi militer Georgia yang pro Barat itu  dengan tujuan menguasai kembali  provinsi yang memisahkan diri awal tahun 1990-an itu.
      
Lavrov mengatakan Georgia mengingkari  satu perjanjian perdamaian  yang ia katakan telah disetujui untuk sementara satu setengah tahun lalu, yakni Georgia setuju untuk tidak menggunakan kekuatan militer dalam sengketa di Ossetia Selatan itu.(AFP/BBC)

Sumber :
Ant