Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 00:31 WIB
Georgia Umumkan Perang, 1.600 Orang Tewas
| Sabtu, 9 Agustus 2008 | 18:07 WIB
|
Share:

getty images
Mikheil Saakashvili, Presiden Georgia

TERKAIT:

JAVA, SABTU - Presiden Georgia Mikheil Saakashvili mengumumkan keadaan perang, Sabtu (9/8). Pada saat yang sama, pasukannya terlibat pertempuran  dengan tentara Rusia di provinsi  Ossetia Selatan yang memisahkan diri itu.
      
"Saya telah menandatangani  keputusan mengenai keadaan perang . Georgia berada dalam keadaan agresi militer penuh," kata Saakashvili dalam satu pertemuan  dewan keamanan nasionalnya yang disiarkan televisi.
      
Dikabarkan, jet-jet tempur Rusia mengebom dan menghancurkan sebuah pelabuhan penting Georgia dan menghantam sebuah kota lain. Sementara pemerintah Ossetia Selatan, yang didukung  Moskow mengatakan 1.600 orang tewas di ibukota Tskhinvali saja.

Namun Kementerian Pertahanan Rusia membantah  bahwa jet-jet tempurnya  mengebom wilayah sipil, tetapi mereka membenarkan dua pesawatnya telah ditembak jatuh di daerah Georgia. Sebaliknya, Tbilisi mengatakan enam pesawat Rusia telah ditembak jatuh.
      
Georgia dan pemerintah di Ossetia Selatan  saling mengklaim menguasai Tskhinvali sejak Jumat (8/8) pagi tetapi sehari kemudian, Rusia mengklaim berhasil membebaskan  ibukota wilayah yang memisahkan diri itu  setelah pasukan payung diterjunkan  ke kota itu.
       
"Batalyon-batalyon taktis  telah membebaskan sepenuhnya Tskhinvali  dari militer Georgia," kata Jendral Vladimir Boldyrev , kepala  pasukan darat Rusia , yang dikutip kantor-kantor berita Rusia.
       
Rusia mendukung pemerintah Ossetia Selatan dan mengirimkan tank-tank dan pasukan, Jumat untuk menanggapi  operasi militer Georgia yang pro Barat itu  untuk menguasai kembali  provinsi yang memisahkan diri  awal tahun 1990-an itu.
       
Pemerintah Ossetia Selatan mengatakan lebih dari 1.600 orang tewas. Pertempuran itu telah menimbulkan kekhawatiran internasional  akan terjadi perang seperti tahun 1990 di wilayah Kaukausus yang kacau itu.

Sumber :
Ant