MOSKWA, SABTU - Sekitar 1.400 warga sipil tewas Sabtu (9/8) saat pasukan Rusia melancarkan invasi ke wilayah yang dipertikaikan di South Ossetia, Georgia. Lebih dari 150 tank dan kendaraan tempur Rusia telah dikerahkan menuju Georgia saat pemberontak South Ossetia digempur oleh pasukan Georgia.
Sumber militer Rusia menyebutkan pasukan artileri dan tank mereka telah dikerahkan untuk menghadapi pasukan Georgia di sekitar ibukota South Ossetia, Tskhinvali. Rusia mengambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan balas dendam setelah beberapa personil militernya yang ditempatkan di Georgia tewas terbunuh.
Georgia mengerahkan hingga 26.000 personil pasukannya untuk menghadapi serangan militer Rusia. Sekitar 2.000 personil pasukan Georgia juga telah ditarik dari misi di Irak untuk memperkuat pasukan di dalam negeri.
Namun, Presiden Georgia yang pro-Barat Mikhail Saakashvili menyebut operasi militer Rusia itu sebagai 'deklarasi perang' yang telah lama direncanakan. Mikhail Saakashvili telah memohon bantuan ke Amerika Serikat.
"Tank-tank Rusia terus memasuki wilayah kami," seru Mikhail Saakashvili seraya memohon bantuan AS. "Rusia terus melancarkan pemboman ke wilayah kami...terutama yang ditujukan ke penduduk sipil."
"Saya melihat jenazah bergelimpangan di jalan, sekitar bangunan yang roboh, serta beberapa kendaraan," kata Lyudmila Ostayeva (50) yang melarikan diri dengan keluarganya ke Dzhava, seorang dusun dekat perbatasan dengan Rusia.
"Saat ini sulit untuk menghitung jumlah korban tewas. Hampir tak tersisa lagi jumlah bangunan yang tidak rusak di South Ossetia," jelas kantor berita Rusia Interfax. (dailymail.co.uk)

