JAKARTA, KAMIS - Tumpukan sampah plastik bekas kemasan yang dipandang sebagian orang tidak berguna, ternyata berhasil didaur ulang oleh warga Rukun Tetangga (RT) 07, Rukun Warga (RW) 04, Gang Bhinneka Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, untuk dijadikan berbagai kerajinan tangan.
Menurut Ellytia (35), salah satu pengurus tempat kerajinan tersebut, sampah didapatkan dari bank sampah di RT 05, bank sampah merupakan tempat pembuangan seluruh warga RW 04 yang telah dipisahkan, antara sampah kardus dan sampah plastik bekas kemasan.
"Dari bank sampah yang ada di RT 05, kita mendapatkan bahan mentah yang akan digunakan dalam membuat kerajinan tangan," kata Elly di Jakarta, Kamis (7/8). Sampah bungkus plastik bekas kemasan tersebut, lantas dipilah sesuai ukuran dan dicuci sampai bersih. Setelah itu baru dikeringkan dan dipotong-potong sesuai kebutuhan, kemudian disusun dan dijahit untuk menjadi sebuah hasil karya.
Produk kerajinan yang mereka hasilkan berupa dompet, buku catatan, tas jinjing, tas laptop, tas sekolah, tempat make-up, tempat sampah, sampai payung. Produk-produk tersebut dibanderol dari harga dua puluh lima ribu rupiah sampai dua ratus lima puluh ribu rupiah.
"Sampai saat ini produk yang kami hasilkan masih banyak berupa tas, dan kami akan terus belajar membuat variasi produk yang lain," beber Elly. Untuk hasil produksi masih terbatas, hanya dua sampai tiga dompet berlabel Trashion mampu mereka hasilkan dalam satu hari.
"Kalau pembuatan produk dengan tingkat kesulitan lebih, semacam tas dengan pemasangan berbagai resleting dan bermacam pernik, belum tentu dapat diselesaikan dalam satu hari," ujar Elly. Elly menambahkan, selain faktor kesulitan, waktu sebagai ibu rumah tangga juga mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan.
"Sampai saat ini kita mengerjakan produk daur ulang sampah ini sebagai sampingan, sebab pekerjaan utama masih menjadi ibu rumah tangga," ungkap Elly. Saat ini usaha tersebut hanya dijalankan oleh enam orang karyawan, dengan dua orang sebagai pencuci bahan, dua lagi bertugas memotong bahan, dan dua sisanya lagi bertugas menjahit potongan-potongan bahan tersebut untuk dijadikan berbagai macam kerajinan tangan.
Untuk memasarkan barang-barang ini, bazar-bazar yang diselenggarakan di Jakarta menjadi wahanya. Sedangkan produk kerajinan yang memakai sampah daur ulang berlabel unilever, dibantu dipasarkan oleh PT. Unilever Indonesia Tbk. "Untuk pemasaran hasil kerajinan yang dibuat dari sampah daur ulang bermerk unilever akan kita bantu pasarkan, salah satunya dengan mengelar pameran di Hypermart yang memamerkan produk mereka baru-baru ini," cerita Silvi Tirawaty, Enviroment Program Manager PT. Unilever Indonesia Tbk.
C11-08

