JAKARTA, KAMIS - Wilayah RW 04 Gang Bhinneka, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sebelumnya merupakan kawasan kumuh dengan tumpukan sampah di berbagai tempat.
Namun, pascapendampingan dari PT Unilever Indonesia untuk program daur ulang, tumpukan sampah yang dulu kerap mengotori kawasan itu kini nyaris punah.
Menurut M Sofwan Lutfie, Ketua RW 04, awalnya ia mengalami kesulitan untuk mengubah perilaku warga. Namun, setelah dilakukan pendekatan berulang kali, warga akhirnya mau mengerti. "Saya sampai pernah ditegur oleh salah satu warga karena kebijakan tersebut. Tapi setelah diskusi dan saya beri penjelasan tentang program daur ulang sampah, dia mau mengerti," kata Sofwan di Jakarta, Kamis (7/8).
Proses pengolahan sampah di RW 04 dilaksanakan di dua RT, tepatnya di RT 05 dan RT 07. "Kalau RT 05 dikhususkan sebagai bank sampah, tempat yang menampung seluruh sampah warga RW 04. Sampah yang ada di bank sampah dipisahkan dalam dua tempat, yakni sampah kardus dan sampah plastik bungkus kemasan," Sofwan menerangkan.
Sedangkan untuk sampah basah, ada yang dijadikan kompos untuk tanaman dan ada juga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Untuk sampah kardus dijual langsung secara kiloan kepada agen pengepul sampah. "Hasil penjualan kardus setiap bulan digunakan untuk membayar para pekerja yang mengurusi bank sampah setiap hari. Ada tiga orang pengurus bank sampah," kata Sofwan.
Sedangkan bungkus plastik bekas kemasan yang terkumpul dalam bank sampah dibawa menuju RT 07 untuk diubah menjadi berbagai macam kerajinan tangan.

