Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:49 WIB
Potensi Mahasiswa Bangun Jembatan Belum Dilirik
Ester Lince Napitupulu | Senin, 4 Agustus 2008 | 21:04 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Potensi mahasiswa Indonesia berkreasi dan berinovasi dalam bidang perencanaan jembatan baja dan kayu belum dilirik oleh perusahaan kontraktor maupun Ditjen Binamarga, Departemen Pekerjaan Umum. Padahal, kemampuan menciptakan jembatan baja dan kayu yang ramah lingkungan, ekonomis, serta secara teknis mampu menahan beban arus lalu lintas dan faktor pengaruh alam lainnya sudah diperlihatkan dalam tiga tahun pelaksanaan Kontes Jembatan Inonesia (KJI) yang diprakarsai Politenik Negeri Jakarta dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Indonesia.

 

"Potensi kemampuan merancang jembatan para mahasiswa di ajang KJI memang belum banyak dimanfaatkan. Karena itu, dalam pelaksanaan KJI tahun ini, standarnya disesuaikan dengan apa yang ada di lapangan sehingga sesuai dengan apa yang biasa dilakukan kontraktor dalam pembangunan jembatan," kata Johny Wahyuadi Soedarsono, Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Senin (4/8).

 

Kompetesi KJI ke-4 dilaksanakan di Politeknik Negeri Jakarta pada 9-10 Agustus dengan tema "Jembatan Nusantara yang kreatif dan Futuristik".Dalam kompetisi ini setiap tim perguruan tinggi yang teridri dari empat mahasiswa dan satu dosen pembimbing akan merancang jembatan di lapangan dalam bentuk prototype-nya.

 

Fauuzri Fahimuddin, Ketua Panitia KJI 2008, menjelaskan ada 55 peserta yang mengajukan proposal yang disaring mejadi 12 finalis jembatan baja dan enam finalis jembatan kayu. Dalam babak final, peserta akan melaksanakan presentasi mengenai desain dan metode konstruksi. Adapun untuk uji rancang di lapangan, penilaian meliputi kecepatan melaksanakan pembangunan jembatan, kekuatan atau kekokohan jembatan, dan estetika.

 

Sumber :
KOMPAS