BANDUNG, SENIN - Dalam pemilu legislatif 2009, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menargetkan perolehan suara 20 persen secara nasional. Kader PKS yang akan duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat didominasi kaum muda berusia di bawah 50 tahun.
Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan hal itu di Bandung, Senin (4/8). "Sebanyak 90 persen dari anggota legislatif kami nanti usianya di bawah 50 tahun," ujarnya.
Lumbung suara yang menjadi andalan PKS antara lain Jawa Barat, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. Di jabar PKS menargetkan perolehan suara 30 persen, di Sumut 20 persen, dan di DKI Jakarta PKS yakin mampu memperoleh suara tak kurang dari 40 persen. Alasannya, saat pemilihan gubernur DKI 2007 lalu, PKS mampu mengantongi suara 42,5 persen untuk Adang Daradjatun.
Tifatul mengungkapkan, sebanyak 20 persen atau 117 kader PKS yang duduk di kursi legislatif nanti itu tidak semuanya orang lama. Sebanyak 40 persen di antaranya adalah orang baru, sementara sisanya adalah anggota legislatif yang baru duduk di DPR selama satu periode (2004-2009). Saat ini, PKS memiliki 300 kader yang bergelar doktor yang siap duduk di parlemen.
Menurut Tifatul, masuknya kader muda di parlmen ini sebagai penyegaran dan regenerasi kepemimpinan. "Ini bukan karena mereka tersandung korupsi. Selama ini kader kami bersih dari kasus BI maupun BLBI," ujarnya.
Mengenai kasus suap BI kepada DPR menyeret beberapa nama mantan anggota Komisi IX, Tifatul mengatakan dia sudah meminta penjelasan dari Tubagus Sumanjaya, kader PKS yang pernah duduk di Komisi IX DPR. Namun, saat itu Sumanjaya tidak pernah terlibat dalam pembahasan BI karena dia membidangi masalah lain, yakni program pembangunan. "Dia sudah diperiksa KPK dan hasilnya bersih," kata Tifatul.
Tifatul berpendapat, kasus BI ini semestinya menjadi bahan koreksi bagi parpol dan parlemen. Sudah saatnya kedua lembaga ini berbenah diri untuk menyelesaikan masalah bangsa.

